Transformasi Limbah Sawit Jadi Energi Bersih: PT SMART Bangun BioCNG di Sumut

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07:44 WIB

JAKARTA — Inovasi dalam industri kelapa sawit kembali menunjukkan arah baru yang signifikan untuk keberlanjutan energi dan lingkungan. Kali ini, kolaborasi antara PT SMART Tbk dan KIS Group membuka babak baru dalam pemanfaatan limbah cair Palm Oil Mill Effluent (POME) — yang biasanya menjadi tantangan lingkungan — menjadi sumber energi bersih bernilai tinggi.

Transformasi limbah menjadi energi ini bukan hanya sekadar program korporasi semata, tetapi juga menandai sebuah langkah strategis menuju transisi energi rendah karbon, ketahanan energi nasional, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Hal ini terbukti dari dimulainya pembangunan pabrik Bio-Compressed Natural Gas (BioCNG) berskala komersial di kawasan perkebunan sawit di Sumatera Utara.

Nilai Strategis Konversi Limbah Cair Sawit

Teknologi BioCNG memanfaatkan gas metana yang terlepas dari limbah cair kelapa sawit, kemudian mengonversinya menjadi energi terbarukan yang berpotensi menggantikan bahan bakar fosil. Ini merupakan respons inovatif terhadap isu lingkungan dan kebutuhan energi bersih pada saat yang bersamaan.

Dalam konteks ini, pembangunan pabrik BioCNG di Pabrik Kelapa Sawit Padang Halaban, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pengolahan limbah bukan hanya pilihan ramah lingkungan, tetapi juga strategi bisnis yang berkelanjutan. Fasilitas ini merupakan pabrik BioCNG keempat bagi KIS Group di Indonesia sekaligus yang pertama untuk PT SMART Tbk.

Menurut K.R. Raghunath, Founder dan CEO KIS Group-Sustainability, kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan komitmen terhadap solusi energi berskala besar dengan dampak nyata bagi lingkungan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa proyek ini membuktikan bahwa solusi energi terbarukan skala komersial dapat memberikan nilai ekonomis sekaligus manfaat lingkungan.

Target Operasional dan Dampak Lingkungan yang Diharapkan

Proyek ini dibangun dengan pendekatan Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) dengan target mulai beroperasi secara penuh pada kuartal pertama tahun 2027. Pabrik BioCNG ini memiliki beberapa spesifikasi teknis dan capaian lingkungan yang ambisius, antara lain:

Kapasitas produksi sekitar 127.000 Million British Thermal Unit (MMBTU) per tahun.

Pengurangan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 62.484 ton setara CO₂ setiap tahunnya.

Teknologi penangkapan metana langsung dari kolam limbah cair.

Penyaluran hasil BioCNG secara eksklusif kepada Unilever Oleochemical Indonesia sebagai pengganti bahan bakar fosil dalam operasional pabriknya.

Konversi metana yang memiliki potensi pemanasan global jauh lebih tinggi dari CO₂ menjadi BioCNG yang lebih bersih secara teknis memperkuat profil keberlanjutan produk turunan sawit. Ini berarti proyek tidak hanya mengurangi dampak limbah, tetapi juga ikut mengurangi kontribusi efek rumah kaca dari sektor industri sawit yang selama ini dinilai berpotensi menimbulkan polusi.

Pilar Keberlanjutan dan Kolaborasi Industri

Bagi PT SMART Tbk, proyek ini bukan sekadar inisiatif baru, tetapi bagian dari road map perusahaan untuk mengurangi jejak karbon operasional pabrik hulu, dengan memanfaatkan limbah sebagai sumber energi terbarukan. Menurut The Biao Leng, Presiden Direktur PT SMART Tbk, langkah ini juga sejalan dengan kerangka keberlanjutan Collective for Impact, yang menjadi panduan perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Proyek ini juga menunjukkan bahwa kinerja bisnis yang baik dapat berjalan beriringan dengan kontribusi positif terhadap keberlanjutan,” ungkap The Biao Leng.

Kolaborasi ini melibatkan dukungan strategis dari Mitsubishi Corporation, serta keterlibatan mitra industri seperti Unilever, yang menunjukkan sinergi antar perusahaan global dan domestik dalam menghadapi tantangan lingkungan sambil tetap menciptakan nilai ekonomi.

Manfaat Ekonomi Lokal dan Transfer Teknologi

Selain manfaat lingkungan dan strategi energi, proyek pabrik BioCNG ini juga membuka peluang baru dalam penciptaan lapangan kerja lokal dan alih teknologi di bidang energi terbarukan bagi komunitas sekitar. Pemanfaatan limbah sebagai sumber energi membuka peluang bagi para pekerja lokal untuk terlibat dalam industri energi bersih yang tengah berkembang pesat.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dan portofolio lebih dari 90 proyek di lebih dari 14 negara, KIS Group menempatkan fasilitas baru ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui kemandirian bahan bakar. Hal ini sejalan dengan berbagai inisiatif lain di Indonesia untuk memanfaatkan limbah industri sebagai sumber energi terbarukan, termasuk implementasi BioCNG pada pembangkit listrik oleh PLN Nusantara Power yang menunjukkan potensi luas dari teknologi ini.

Menuju Energi Indonesia yang Lebih Bersih

Transformasi limbah cair sawit menjadi BioCNG merupakan contoh nyata bagaimana industri kelapa sawit dapat berkontribusi pada energi bersih, ekonomi rendah karbon, dan keberlanjutan industri. Dengan adanya dukungan lintas sektor, dari perusahaan besar hingga mitra global, proyek ini tidak hanya menghadirkan solusi inovatif, tetapi juga menjadi model bagi proyek sejenis di masa depan.

Langkah strategis seperti ini perlu terus dikembangkan dan didukung agar Indonesia dapat memaksimalkan potensi energi terbarukan, mengurangi dampak lingkungan, dan memperkuat ketahanan energi nasional di era transisi energi global.

Terkini