IHSG Ditutup Meloyo 0,03% ke 6.234, Saham INDY hingga SCMA Lunglai

IHSG Ditutup Meloyo 0,03% ke 6.234, Saham INDY hingga SCMA Lunglai
IHSG Turun Tipis ke 6.234, Saham INDY dan CPIN Melemah Sesi Ini [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (3/8/2026). Deretan saham seperti INDY, CPIN, hingga SCMA menjadi saham yang bergerak lesu hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melandai 0,03% menuju level 6.234,50. Sepanjang hari, indeks bergerak pada rentang 6.212,55—6.273,33. Dari ratusan emiten, sebanyak 300 saham menguat, 374 melemah, dan 289 saham stagnan.

Dari jajaran saham LQ45, penurunan harga saham dipimpin oleh PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang terkoreksi 11,03% ke Rp2.340, disusul PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) turun 3,95% ke Rp3.160, dan PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) tergerus 2,88% ke Rp202.

Kondisi serupa dialami oleh PT Essa Industries Indonesia Tbk. (ESSA) yang turun 2,34% ke Rp625, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) melemah 2,00% ke Rp1.960, serta PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) terkikis 1,89% ke Rp520.

Sebaliknya, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) melonjak 21,86% ke Rp1.895, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) terangkat 4,47% ke Rp935, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 4,39% ke Rp4.280.

Tren positif juga dirasakan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 4,18% ke Rp2.740, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) menguat 3,69% ke Rp2.530, serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 3,23% ke Rp7.200.

Adapun IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan dipengaruhi oleh rilis data inflasi Juli 2026 yang menjadi salah satu acuan utama kondisi ekonomi domestik, menyusul berakhirnya periode rilis laporan keuangan emiten semester I/2026.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengutarakan bahwa para pelaku pasar pada pekan ini bakal memantau sejumlah data ekonomi penting, seperti inflasi, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur, neraca perdagangan, cadangan devisa, hingga produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Di ranah global, rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.

"IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas area support 6.180–6.200, dengan target menguji resistance 6.300–6.380. Momentum bullish masih terjaga, meski volatilitas diperkirakan meningkat menjelang rilis data ekonomi utama pekan ini," ujar Reza dalam risetnya, Senin (3/8/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index