JAKARTA — Band independen Efek Rumah Kaca secara resmi meluncurkan lagu terbaru bertajuk "Matilah Kau Mati". Karya anyar tersebut diproyeksikan sebagai salah satu pengisi latar suara atau soundtrack untuk film layar lebar adaptasi novel populer, "Laut Bercerita", dan sudah bisa dinikmati di berbagai layanan pemutaran musik digital sejak Jumat.
Vokalis utama Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, menyampaikan bahwa nomor tersebut digarap khusus untuk memperluas gelora semangat dari karakter tokoh Laut dalam film yang diangkat dari novel laris karya Leila S. Chudori serta diproduksi oleh rumah produksi Pal8 Pictures.
"Lagu 'Matilah Kau Mati' ingin menggandakan semangat yang sudah ada di dalam film dan novelnya," kata Cholil dikutip dari siaran pers Pal8 Pictures di Jakarta, Jumat.
Keterlibatan Cholil dalam proyek penciptaan lagu ini bermula ketika Leila secara langsung menawarkan puisi pribadinya yang termuat di dalam novel "Laut Bercerita" dengan judul “Di Hari Kematianku” untuk digubah menjadi sebuah lagu.
Di dalam bait puisi tersebut, terselip pula penggalan karya sastra milik penyair terkemuka Sutardji Calzoum Bachri, yakni “Matilah Kau Mati/Kau Akan Lahir Berkali-kali”, yang menjadi kalimat ikonis yang sering diucapkan oleh tokoh Laut sepanjang cerita novelnya.
Cholil menuturkan bahwa Leila berpesan agar nama Sutardji wajib dicantumkan ke dalam jajaran pencipta lirik lagu tersebut.
Ia menambahkan, penggalan frasa "Matilah Kau Mati" merupakan salah satu elemen paling ikonik dari semesta kisah "Laut Bercerita", yang juga kerap dikutip oleh para pembaca setia maupun penikmat film pendeknya terdahulu.
Oleh karena itu, ketika proses peracikan lirik berlangsung, baik Cholil maupun Leila sepakat untuk mengubah judul asli “Di Hari Kematianku” menjadi “Matilah Kau Mati”.
Cholil menyebutkan bahwa Leila menilai frasa "Matilah Kau Mati" menyimpan signifikansi makna yang lebih tegas mengenai esensi keberanian yang terus hidup dan bertunas kendati ada upaya pembungkaman atau pemaksaan rasa takut.
"Kami yang dibungkam, orang lain akan bicara. Orang lain dibungkam, akan ada lagi yang berbicara. Keberanian itu tidak akan pernah mati. Mungkin saat ini kami merasa keberanian itu dibungkam, dikubur, tapi akan lahir berkali-kali. Keberanian itu akan lahir di mana saja," ujar Cholil memaparkan pandangan tersebut.
Karya musik ini diproduseri oleh Angan Senja, yang merupakan anak dari Cholil sendiri. Dari segi aransemen, lagu ini memadukan petikan gitar akustik serta alunan piano elektrik yang dibalut nuansa musik elektronik khas.
Produser musik Angan Senja —yang menggunakan nama panggung Knogg dalam penggarapan lagu ini— menuturkan bahwa penggunaan instrumen synthesizer sengaja dijadikan fondasi karakter utama di sepanjang lagu.
"Instrumen yang ingin saya tonjolkan adalah suara synth yang tajam, yang terdistorsi, itu ada di bagian chorus (reff) lagunya. Selain itu, saya menaruh instrumen 'snare' di bagian akhir,” ujar Knogg.
Proses perekaman lagu ini didominasi oleh Angan Senja yang memainkan sebagian besar instrumen, dengan dukungan Poppie Airil pada instrumen bas. Pengerjaan kemudian dilanjutkan ke tahap mixing di qobbie space serta ditutup dengan proses mastering oleh Rhesa Aditya bertempat di Earspace Studio.
Kehadiran lagu "Matilah Kau Mati" sekaligus bertindak sebagai pembuka jelang penayangan film "Laut Bercerita" garapan sutradara Yosep Anggi Noen, yang diproduksi bersama oleh Pal8 Pictures, VMS Studio, Jagartha Lynx Films, serta Brandlink.
Leila S. Chudori turut ambil bagian dalam penulisan naskah skenario film bersama Anggi Noen, sekaligus duduk sebagai produser bersama Gita Fara dan Budi Setyarso.
Film layar lebar yang dijadwalkan menyapa penonton di bioskop-bioskop Indonesia pada bulan Oktober 2026 mendatang ini akan dibintangi oleh jajaran aktor papan atas, di antaranya Reza Rahadian, Christine Hakim, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Eva Celia, Dewa Dayana, Ibnu Jamil, hingga Arswendy Bening Swara.