Serangan AS ke Iran Warnai Sentimen Pergerakan Rupiah

Serangan AS ke Iran Warnai Sentimen Pergerakan Rupiah
Sentimen Rupiah Dipengaruhi Ketegangan AS-Iran dan Data PDB [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengutarakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terpengaruh oleh sentimen serangan militer AS terhadap Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

“Lonjakan harga minyak dipicu oleh serangan militer AS terhadap Iran yang meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memicu sentimen risk-off di pasar negara berkembang,” ucapnya, Jumat (31/7/2026).

Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi melaju menguat 37 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp18.074 per dolar AS bila dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp18.111 per dolar AS.

Merujuk laporan Anadolu, AS kembali mengagendakan gempuran terhadap Iran pada Rabu malam (29/7/2026) atas klaim membalas "percobaan serangan Iran" yang menyasar pasukan AS di kawasan Timur Tengah, menurut keterangan Komando Pusat AS (CENTCOM).

Langkah gempuran tersebut dilancarkan pasca Presiden AS Donald Trump menjanjikan tindakan balasan "sangat keras" seusai sebuah drone menghantam kapal tanker LNG milik AS di Mesir.

Menilik dinamika sentimen global, publikasi data Produk Domestik Bruto (PDB) AS tercatat tumbuh 1,5 persen quarter on quarter (qoq) pada kuartal II-2026, melambat dari capaian 2,1 persen qoq pada kuartal I-2026, serta berada di bawah estimasi konsensus pasar sebesar 2 persen qoq.

Pada saat bersamaan, Personal Spending tercatat hanya tumbuh 0,3 persen month on month pada Juni 2026, melambat jika disandingkan dengan angka 0,9 persen mom pada bulan terdahulu, sekaligus lebih rendah dari proyeksi ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen mom.

“Di sisi inflasi, indikator inflasi pilihan Fed, yaitu PCE Price Index dan Core PCE Price Index, masing-masing melandai menjadi 3,7 persen year on year (yoy) dan 3,3 persen yoy pada Juni 2026, sejalan dengan ekspektasi pasar.

“Kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp18 ribu–18.125 per dolar AS pada hari ini,” ungkap dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index