BRIN

5 Profesor Riset BRIN Diharapkan Bangun Inovasi Berbasis Karya Ilmiah

5 Profesor Riset BRIN Diharapkan Bangun Inovasi Berbasis Karya Ilmiah
5 Profesor Riset BRIN Diharapkan Bangun Inovasi Berbasis Karya Ilmiah

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong inovasi nasional dengan pengukuhan lima profesor riset dari berbagai bidang keahlian. 

Acara sidang terbuka digelar di Auditorium BRIN, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026, menandai tonggak penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. 

Pengukuhan ini menegaskan bahwa inovasi dan riset harus tetap terintegrasi dengan pembangunan nasional. Lima profesor riset ini diharapkan menjadi teladan integritas sekaligus pemacu kolaborasi ilmiah lintas disiplin untuk kepentingan bangsa.

Kelima Profesor dan Keahliannya

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, menekankan bahwa pengukuhan profesor riset tidak sekadar formalitas, melainkan tonggak penting untuk menghasilkan karya inovatif berdampak sosial dan nasional. 

Kelima profesor riset yang dikukuhkan terdiri dari empat peneliti ahli utama dan satu perekayasa ahli utama, yang masing-masing memiliki rekam jejak signifikan di bidangnya.

Profesor yang dikukuhkan mencakup:

Prof Numan Muryana – Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN, fokus pada orkestrasi ekosistem untuk kesejahteraan sosial inklusif.

Prof Robert Asnawi – Mengembangkan transformasi agribisnis ubi kayu sebagai sumber pangan alternatif berkelanjutan.

Prof Taslim Alifini – Penelitian indeks daya dukung ekologi terumbu karang untuk tata kelola ruang laut berbasis ekosistem.

Prof Nunggul Yudono Setio Hadi Nugroho – Meneliti transformasi daerah aliran sungai menuju lanskap regeneratif berbasis daya dukung lingkungan.

Prof Aprijanto – Perekayasa ahli utama di bidang teknologi hidrodinamika, mengintegrasikan kecerdasan buatan dan sistem pemantauan untuk kawasan pesisir.

Amarulla menyebutkan bahwa pengukuhan perekayasa sebagai profesor riset adalah langkah istimewa, mencerminkan kolaborasi nyata antara ilmuwan dan perekayasa dalam menghasilkan inovasi yang aplikatif.

Peran Strategis dan Tanggung Jawab Profesor Riset

Para profesor riset di BRIN memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan karya yang tidak hanya dipublikasikan, tetapi juga dapat diterapkan langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Amarulla menekankan pentingnya menjunjung etika keilmuan dan memperkuat kolaborasi lintas disiplin, sehingga setiap penelitian dapat memberikan solusi nyata bagi tantangan nasional.

Dengan pengukuhan ini, jumlah profesor riset BRIN kini mencapai 100 orang, menandai pencapaian penting dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah riset global. Para profesor diharapkan menjadi teladan integritas dan tanggung jawab moral, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap riset dan inovasi nasional.

Kontribusi Riset terhadap Pembangunan Nasional

Setiap profesor riset memiliki kontribusi yang relevan dengan pembangunan Indonesia. Prof Numan Muryana menekankan kebijakan publik berbasis bukti untuk kesejahteraan sosial, sementara Prof Robert Asnawi menghadirkan inovasi di sektor agribisnis untuk ketahanan pangan.

Prof Taslim Alifini berfokus pada tata kelola laut berbasis ekosistem, sedangkan Prof Nunggul Yudono Setio Hadi Nugroho mengembangkan pendekatan regeneratif DAS untuk menjaga keseimbangan lingkungan. 

Prof Aprijanto mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam sistem pemantauan pesisir, mendukung mitigasi risiko bencana dan ketahanan infrastruktur laut.

Kolaborasi lintas bidang ini menunjukkan bahwa inovasi BRIN tidak hanya akademik, tetapi siap diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, pemerintah, dan industri.

Harapan BRIN dan Tantangan ke Depan

Amarulla Octavian menegaskan pengukuhan profesor riset adalah awal tanggung jawab baru. Para profesor harus menghasilkan karya yang aplikatif, relevan, dan berdampak luas. BRIN menekankan beberapa poin penting:

Kolaborasi Lintas Disiplin – Integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan rekayasa untuk solusi inovatif.

Etika Keilmuan dan Integritas – Menjadi teladan bagi generasi peneliti baru.

Solusi Relevan Nasional – Penelitian harus menjawab tantangan nyata bangsa.

Penguatan Ekosistem Riset – Melibatkan universitas, lembaga riset, dan industri untuk inovasi berkelanjutan.

Pengembangan Talenta Muda – Profesor riset menjadi mentor generasi peneliti baru untuk memperluas kapabilitas riset Indonesia.

Dukungan penuh BRIN diharapkan dapat mendorong inovasi yang berdampak luas, memperkuat ketahanan ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta meneguhkan posisi Indonesia di tingkat global.

Pengukuhan lima profesor riset BRIN menandai langkah strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Para profesor diharapkan menjadi pionir inovasi yang aplikatif dan relevan untuk masyarakat.

Dengan integritas tinggi, kolaborasi lintas disiplin, dan orientasi pada hasil nyata, BRIN menegaskan perannya sebagai pilar riset dan inovasi nasional.

Pengukuhan ini bukan hanya seremoni, melainkan awal tanggung jawab baru bagi para profesor untuk membangun masa depan Indonesia melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang berdampak luas bagi bangsa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index