SDM

330 Pelajar Dibina Melalui Persami KKRI di Lanud Iswahjudi untuk SDM Unggul

330 Pelajar Dibina Melalui Persami KKRI di Lanud Iswahjudi untuk SDM Unggul

JAKARTA - Sebagai upaya strategis dalam pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat karakter dan cinta tanah air, sebanyak 330 pelajar berpartisipasi dalam Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) gelombang 4 Tahun Ajaran 2026 di Taman Ria, Lanud Iswahjudi, Madiun pada Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai institusi pendidikan, yaitu SMA 3 Taruna Angkasa Madiun, SMK Negeri 1 Bendo, Saka Dirgantara Madiun, serta Saka Dirgantara Magetan. Semangat mereka terlihat saat upacara pembukaan yang dilaksanakan secara resmi oleh Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., yang diwakili oleh Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Lanud Iswahjudi, Kolonel Tek Ricky Amades, S.E.

Esensi Persami: Lebih dari Sekadar Berkemah

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kadister Lanud Iswahjudi, ditegaskan bahwa Persami bukan sekadar pengalaman berkemah di alam terbuka. Menurutnya, kegiatan ini berfungsi sebagai wahana pembinaan untuk mengasah nilai-nilai penting yang sangat dibutuhkan generasi muda, seperti kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sekaligus memperkuat toleransi dalam kerja sama tim.

“Kegiatan ini harus dijadikan pengalaman berharga untuk membentuk karakter unggul, membangun mental dan jiwa juang yang tangguh, serta memperkuat rasa cinta terhadap tanah air Indonesia,” ujarnya dalam amanat yang disampaikan.

Ragam Materi Pembinaan yang Diberikan Kepada Kadet

Selama kegiatan Persami KKRI berlangsung, para pelajar menerima beragam materi pembinaan karakter dan keterampilan. Materi tersebut mencakup:

Bela negara sebagai manifestasi sikap patriotik.

Wawasan nusantara dan Pancasila untuk memperdalam nasionalisme.

Pengenalan survival serta pertolongan pertama pada kecelakaan.

Pembinaan sikap bijak bermedia sosial dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Psikologi lapangan serta peraturan baris-berbaris.

Ragam materi ini dirancang untuk menguatkan kompetensi peserta dalam beberapa dimensi: mental, fisik, etika sosial, dan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Kehadiran Tokoh dan Stakeholder dalam Kegiatan

Kegiatan Persami KKRI di Lanud Iswahjudi juga dihadiri oleh sejumlah pejabat militer dan tokoh pendidikan. Hadir dalam kesempatan tersebut:

Aster Kodau II Kolonel Nav Endra Prasetiawan

Kadisops Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb I Kadek Suta Ambirawa, S.H., M.I.Pol.

Kadislog Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Triyanto Sandy, S.T.

Kadispers Lanud Iswahjudi Letkol Pnb Apri Arfianto, M.Han.

Ka RSAU dr. Efram Harsana Kolonel Kes dr. Agus Indro Budianto, Sp.THT., M.Si.Med.

Para kepala sekolah dari institusi peserta, termasuk Bapak Agus Supriyono, M.Pd. dan Drs. Sugianto, M.Pd.

Kehadiran mereka tidak hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai pendukung dalam pembinaan generasi muda yang terlibat dalam kegiatan ini.

Makna Lebih Luas dari Persami KKRI

Persami KKRI bukan hanya agenda kemah semata; melainkan merupakan wujud nyata dari upaya TNI AU dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan pembentukan karakter bangsa sejak dini. Kegiatan sejenis ini sejalan dengan prakarsa di berbagai daerah di Indonesia yang berfokus pada pembentukan karakter pelajar melalui latihan dan pembinaan intensif yang berpijak pada nilai disiplin, nasionalisme, serta tanggung jawab.

Sebagai contoh, kegiatan serupa di Lanud Atang Sendjaja dan Lanud Sulaiman menunjukkan pola pembinaan yang sejalan dengan tujuan Persami KKRI, yakni menanamkan jiwa kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan kerja sama dalam berbagai situasi lapangan.

Warisan Nilai untuk Masa Depan

Kegiatan Persami KKRI di Lanud Iswahjudi diharapkan akan memberikan dampak jangka panjang terhadap para peserta. Nilai-nilai dasar bangsa seperti cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan disiplin yang telah ditransfer melalui materi dan pengalaman lapangan diharapkan akan terus membekas dalam kehidupan para pelajar — baik di sekolah, keluarga, maupun dalam interaksi sosial.

Kegiatan seperti ini menjadi jembatan antara pengalaman praktis dan pembentukan karakter yang esensial; sebuah kontribusi tak ternilai untuk masa depan Indonesia yang lebih kuat, berintegritas, dan bermartabat di mata dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index