JAKARTA - Dalam persiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk bukan hanya menyiapkan insentif diskon tarif tol, tetapi juga membuka sejumlah ruas tol secara gratis. Komitmen ini datang di tengah upaya pemerintah dan operator jalan tol untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan hemat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung.
Informasi ini disampaikan melalui rencana dan pernyataan resmi dari Jasa Marga, yang menunjukkan bagaimana operator jalan tol berupaya lebih dari sekadar memberikan potongan tarif — ada pendekatan tambahan dengan membuka ruas jalan tol tanpa biaya pada periode tertentu.
Jasa Marga dan Pemerintah Kolaborasi untuk Empat Tol Gratis
Salah satu poin utama dari strategi mendukung arus mudik Lebaran tahun ini adalah pembukaan empat ruas tol fungsional tanpa biaya (gratis) selama periode puncak mudik. Empat jalan tol yang dimaksud ini akan dibuka tanpa tarif tol bagi pengguna yang melewatinya, sehingga pemudik bisa mengalihkan rute atau memanfaatkan teknologi baru secara lebih efisien.
Empat ruas tol yang dipersiapkan antara lain adalah jalur yang memang berfungsi strategis dalam mengurai kepadatan lalu lintas. Pembukaan gratis ini menjadi bagian dari langkah kolaboratif antara Jasa Marga dengan otoritas terkait untuk mengatasi tantangan lonjakan kendaraan selama libur panjang.
Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, pembukaan tol fungsional ini akan membantu meredam kemacetan dan memberikan pilihan rute alternatif bagi pemudik sehingga pengalaman perjalanan bisa lebih lancar dan efektif.
Detail Empat Ruas Tol yang Digratiskan
Berdasarkan keterangan yang dirangkum pula dari laporan media dan sumber lain, ruas tol gratis ini meliputi:
Tol Japek II Selatan — yang sebelumnya telah difungsikan pada Lebaran sebelumnya untuk mengurai kepadatan di Cikampek.
Tol Prambanan–Purwomartani — bagian dari rute penting di Jawa Tengah/Yogyakarta.
Tol Probolinggo–Besuki — jalan tol di wilayah Jawa Timur.
Tol Bawen–Exit Tol Ambarawa — juga menjadi sokongan arus dari Semarang–Yogyakarta.
Empat ruas tersebut dipilih karena perannya yang penting dalam menghubungkan berbagai kawasan tujuan mudik, terutama di Pulau Jawa, serta kemampuannya untuk membantu mengurai beban lalu lintas di jalur utama.
Strategi Diskon Tarif Tol dan Stimulus Lainnya
Selain pembukaan gratis empat ruas tol, Jasa Marga juga tetap melanjutkan program diskon tarif tol di sejumlah ruas tertentu, sebagai bagian dari stimulus biaya perjalanan. Diskon ini ditujukan untuk membantu pemudik yang tetap menggunakan jalan tol berbayar.
Dalam periode libur panjang Natal dan Tahun Baru sebelumnya (Nataru 2025/2026), Jasa Marga menerapkan diskon tarif sebesar 20% pada beberapa ruas tol Trans Jawa dan Trans Sumatra, serta di ruas tol Manado–Bitung untuk jangka lebih panjang.
Diskon tarif ini berlaku untuk semua golongan kendaraan yang menggunakan tol dengan kartu elektronik sebagai sarana pembayaran, memberikan stimulus tambahan bagi pengguna jalan agar mampu menekan biaya perjalanan.
Meski fokus utama dari artikel ini adalah ruas tol gratis saat Lebaran, kebijakan diskon ini menunjukkan bahwa Jasa Marga dan pihak terkait memiliki pendekatan multi-lapis dalam mendukung mobilitas masyarakat.
Antisipasi Lalu Lintas dan Tantangan di Lapangan
Pembukaan tol gratis dan pemberian diskon tidak terlepas dari tantangan besar menghadapi lonjakan kendaraan. Kolaborasi antara Jasa Marga dan pihak lain seperti Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga dilakukan untuk menjamin kesiapan jalur fungsional, termasuk di Japek II Selatan, yang menjadi salah satu titik krusial dalam mengurai kemacetan di tol utama.
Menurut koordinasi antara pihak tol dan kepolisian, progres pembangunan dan kesiapan fasilitas fisik di sepanjang jalur fungsional tersebut menunjukkan perkembangan positif, sehingga diharapkan operasi tol gratis berjalan efektif saat musim mudik.
Selain itu, Jasa Raharja juga memperkuat sinergi dalam pengamanan arus mudik-balik Lebaran, termasuk dukungan keselamatan dan pelayanan bagi para pengguna jalan, memperlihatkan keterlibatan banyak pihak dalam program mudik ini.
Lebaran 2026 Lebih Bersahabat
Dengan kombinasi ruas tol gratis, kebijakan diskon tarif di banyak ruas tol, dan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, momentum mudik Lebaran 2026 dipersiapkan dengan berbagai insentif yang membantu masyarakat.
Langkah ini tidak hanya sekadar meringankan beban biaya perjalanan, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama dari pemerintah, Jasa Marga, dan lembaga penegak hukum untuk menjadikan perjalanan mudik lebih aman, nyaman, dan lancar untuk jutaan warga Indonesia.