SEMBAKO

Harga Sembako di Bandung Terkendali Menjelang Ramadan 1447 Hijriah

Harga Sembako di Bandung Terkendali Menjelang Ramadan 1447 Hijriah

JAKARTA - Jelang Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menegaskan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung saat ini tergolong relatif aman dan stabil. Pemantauan intensif yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa fluktuasi harga, kondisi pasar tradisional tetap terkendali menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kondisi Harga Sembako: Stabil Meski Ada Fluktuasi Wajar

Pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung dilakukan secara intensif oleh Disdagin Kota Bandung. Walikota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa belum terlihat lonjakan harga ekstrem yang berpotensi mengganggu daya beli masyarakat.

Menurut laporan pemantauan, fluktuasi harga yang terjadi sebagian besar masih dalam batas wajar, dan harga kebutuhan pokok secara umum masih berada dalam kondisi yang terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tradisional di Kota Bandung masih mampu merespons dinamika permintaan dan pasokan menjelang Ramadan.

Farhan menjelaskan, meski cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi sempat mempengaruhi harga beberapa komoditas hortikultura seperti cabai, kenaikan harga tersebut belum berarti lonjakan tajam yang bisa mengganggu daya beli masyarakat.

Detail Harga Kebutuhan Pokok: Protein dan Hortikultura

Menurut data Disdagin Kota Bandung, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp58.000 per kilogram, naik sekitar Rp9.000 dibanding periode sebelumnya. Namun, angka ini dianggap jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan lonjakan sebelumnya yang sempat mencapai Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

Sementara itu, komoditas protein hewani seperti daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam masih berada pada harga normal menurut data per akhir Januari 2026. Harga daging sapi diperkirakan sekitar Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam Rp29.000 per kilogram.

“Secara umum harga masih terkendali. Memang ada sedikit kenaikan pada beberapa komoditas hortikultura seperti cabai akibat faktor cuaca, tetapi masih dalam batas wajar dan tidak melonjak tajam,” kata Farhan saat meninjau kondisi pasar bersama Disdagin.

Dengan data ini, masyarakat pun tidak perlu khawatir terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok secara drastis menjelang bulan Ramadan. Semua komoditas utama masih menunjukkan kestabilan harga yang mendukung daya beli.

Distribusi Pasokan: Lancar Meski Ada Tantangan Cuaca

Salah satu isu krusial menjelang Ramadan adalah apakah distribusi pasokan kebutuhan pangan berjalan lancar, apalagi setelah insiden bencana longsor di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam hal ini, Farhan menegaskan bahwa tidak ada gangguan distribusi yang berarti dan pasokan bahan pangan masih aman sampai ke pasar tradisional di Kota Bandung.

“Distribusi dari distributor aman. Tidak ada gangguan pasokan ke Kota Bandung,” jelas Farhan. Pernyataan ini memberikan kepastian bahwa rantai pasok tidak terputus meskipun ada tantangan cuaca dan kondisi lingkungan di beberapa daerah.

Keberlanjutan distribusi ini berdampak positif pada stabilitas harga di pasar tradisional. Artinya, pasokan tetap mencukupi dan permintaan terhadap kebutuhan pokok masyarakat bisa terpenuhi tanpa gangguan berarti saat memasuki masa Ramadan.

Komitmen Pemkot dan Peran Bazar Murah Utama

Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok tidak hanya dilakukan melalui pemantauan harga, tetapi juga lewat strategi yang lebih konkret. Pemkot Bandung berkomitmen menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok menjelang dan selama Ramadan hingga Idulfitri.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar kembali Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan di Kota Bandung. Program ini dimaksudkan untuk menekan potensi inflasi dan menghadirkan komoditas kebutuhan pokok yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Farhan menegaskan bahwa bazaar murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Ia berharap bahwa masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau terutama di tengah momentum Ramadan dan Lebaran.

Pesan untuk Masyarakat: Menjalani Ramadan Tanpa Kecemasan Harga

Sebagai penutup, Farhan menyampaikan bahwa stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan menjadi fokus utama pemerintah daerah. Stabilitas harga ini menjadi kunci agar masyarakat Kota Bandung dapat menjalani ibadah puasa dan perayaan Idulfitri tanpa dibebani kekhawatiran tentang lonjakan biaya hidup.

“Kami tidak ingin masyarakat Bandung menghadapi Ramadan dengan kecemasan soal harga pangan. Pemerintah hadir untuk memastikan pasokan aman, harga terkendali, dan daya beli warga tetap terjaga,” tegas Farhan.

Dengan upaya-upaya ini, masyarakat diharapkan tetap tenang, fokus beribadah, serta dapat merayakan momen Ramadan dan Idulfitri dalam suasana yang kondusif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index