Pendidikan Keselamatan Ketenagalistrikan Oleh PLN UIP2B Jamali Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda Di Hari Lahir Pancasila

Jumat, 06 Juni 2025 | 11:04:38 WIB

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) DKI Jakarta dan Banten mengadakan program “PLN Mengajar” di SMK Perguruan Cikini Jakarta. Kegiatan ini bertujuan membangun karakter serta meningkatkan kompetensi generasi muda, khususnya para siswa jurusan Teknik Kelistrikan, melalui pemahaman yang mendalam mengenai ketenagalistrikan dan budaya keselamatan kerja.

Program PLN Mengajar memberikan kesempatan bagi para praktisi PLN untuk berinteraksi langsung dengan siswa, memberikan wawasan komprehensif tentang proses bisnis kelistrikan mulai dari pembangkitan, transmisi, hingga distribusi. Siswa juga diajak mengenal bagaimana PLN menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

General Manager UIP2B JAMALI, Munawwar Furqon, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen PLN dalam membangun karakter generasi muda yang siap memimpin di masa depan.

“PLN Mengajar tidak hanya menyampaikan ilmu teknis, tetapi juga bertujuan membentuk generasi yang cerdas, bertanggung jawab, dan berintegritas. Kami ingin siswa memahami secara langsung tantangan dunia kerja di sektor ketenagalistrikan,” ujar Munawwar.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah sesi edukasi keselamatan ketenagalistrikan (K3) yang disampaikan oleh tim K3L PLN. Para siswa diperkenalkan dengan potensi bahaya listrik, prosedur kerja yang aman, serta pentingnya menanamkan budaya keselamatan sejak dini sebagai nilai penting dalam membentuk tenaga kerja profesional.

Kepala Sekolah SMK Perguruan Cikini, Rifat, memberikan apresiasi atas inisiatif PLN tersebut.
“Kegiatan ini sangat relevan bagi siswa Teknik Kelistrikan. Penjelasan langsung dari praktisi PLN memberikan wawasan baru dan memotivasi siswa untuk belajar lebih giat,” ungkap Rifat.

Manager PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten, Santo Kardono, menambahkan bahwa PLN Mengajar merupakan bentuk sinergi antara PLN dan dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang terampil sekaligus peduli terhadap keselamatan.
“Kami ingin siswa tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan ketenagalistrikan. Mereka adalah calon pemimpin yang akan membawa perubahan positif,” jelas Santo.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana siswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan diskusi. PLN Mengajar menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk membentuk generasi muda yang cakap dan bertanggung jawab.

Terkini