Inspirasi Pagi Bersama PLN UIP Nusra Di Ramadan Mengawali Hari Dengan Aksi Berbagi

Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:34:51 WIB

JAKARTA - Semangat kepedulian sosial kembali digaungkan oleh insan PT PLN (Persero) memasuki momentum Ramadan 1447 H. Melalui wadah Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, perusahaan pelat merah ini menyalurkan bantuan berupa 45.000 paket bingkisan untuk masyarakat duafa di berbagai wilayah Indonesia. Program ini merupakan bentuk syukur dan tanggung jawab moral para karyawan PLN yang secara rutin menyisihkan sebagian penghasilannya melalui zakat profesi. Penyaluran tahap pertama dilakukan secara serentak di 13 lokasi berbeda sebagai langkah awal dari rangkaian panjang kegiatan sosial perusahaan selama bulan puasa.

Program yang diberi tajuk "Cahaya Berkah Ramadan 1447 H" ini menjangkau ribuan keluarga yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pada distribusi perdana, lebih dari 23.000 paket telah berhasil diserahkan kepada mereka yang berhak. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga sebagai upaya PLN dalam mempererat hubungan emosional dengan masyarakat luas. Kehadiran bantuan ini diharapkan menjadi penyejuk di tengah dinamika ekonomi, sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh sukacita.

Misi Kemanusiaan dalam Cahaya Berkah Ramadan

Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama PLN menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan representasi dari komitmen korporasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat, melampaui tugas utama sebagai penyedia energi listrik. Berbicara di hadapan para penerima manfaat di Jakarta, ia menegaskan bahwa setiap paket bingkisan berisi pesan solidaritas dari seluruh karyawan PLN. Bagi perusahaan, kebahagiaan masyarakat adalah prioritas, dan Ramadan menjadi waktu yang paling tepat untuk memperluas jangkauan manfaat keberadaan PLN bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi jajaran manajemen untuk turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan warga. Darmawan berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup masyarakat serta memberikan motivasi tambahan agar tetap semangat dalam menjalankan ibadah. Dengan manajemen distribusi yang rapi, setiap bantuan dipastikan tepat sasaran kepada warga yang secara ekonomi memang layak mendapatkan dukungan, sehingga misi kemanusiaan yang diusung dapat tercapai secara maksimal.

Penyaluran Serentak di Jantung Ibukota dan Sekitarnya

Untuk wilayah Jabodetabek, YBM PLN memberikan perhatian khusus dengan mendistribusikan lebih dari 2.500 paket yang disebar secara merata di beberapa titik strategis. Mulai dari kawasan pemukiman padat di Petogongan hingga ke pelosok Kabupaten Bogor dan Depok, tim relawan bergerak cepat memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat. Beberapa lokasi seperti Masjid Al-Akhbar di Jakarta Timur dan Taman Baca Amalia di Tangerang Selatan menjadi saksi antusiasme warga dalam menyambut program rutin tahunan ini yang dinilai sangat membantu stabilitas dapur warga saat Ramadan.

Koordinasi di tingkat lokal dilakukan dengan sangat detail, melibatkan tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan. Hal ini dilakukan untuk menjaga objektivitas dalam menentukan penerima manfaat. Selain di masjid-masjid besar, penyaluran juga menyasar panti asuhan dan yayasan pendidikan sosial. Pendekatan ini diambil agar dampak dari bantuan tersebut dapat dirasakan secara inklusif oleh berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan, tanpa ada yang terlewatkan dalam lingkaran kebaikan ini.

Zakat Pegawai Sebagai Pilar Pemberdayaan Umat

Seluruh bantuan yang disalurkan melalui YBM PLN ini bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para pegawai muslim PLN yang dikelola secara profesional. Ketua Umum YBM PLN, Sulistyo Biantoro, menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya memegang teguh prinsip amanah dalam menyalurkan dana umat. Pengelolaan zakat di PLN telah bertransformasi dari sekadar bantuan darurat menjadi program pemberdayaan yang sistematis. Program Ramadan ini adalah salah satu dari sekian banyak inisiatif yang dirancang untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Menurut Sulistyo, Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat solidaritas sosial. Melalui program pemberian bingkisan ini, YBM PLN ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa zakat memiliki kekuatan besar dalam mengubah keadaan. Selain memberikan bantuan fisik, YBM PLN juga aktif melakukan pendampingan kepada para mustahik (penerima zakat) agar mereka memiliki keterampilan dan mentalitas untuk menjadi mandiri. Semangat berbagi ini diharapkan dapat menular dan menginspirasi pihak lain untuk melakukan hal serupa demi kesejahteraan bersama.

Kolaborasi Strategis Bersama Dunia Pendidikan

Salah satu aspek menarik dari kegiatan tahun ini adalah kuatnya kolaborasi antara PLN dengan sektor pendidikan, khususnya melalui kemitraan dengan Institut Teknologi PLN (ITPLN). Rektor ITPLN, Iwa Garniwa, menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk nyata dari pengabdian masyarakat. Dengan melibatkan lingkungan kampus, nilai-nilai kepedulian sosial dapat ditanamkan lebih dini kepada para mahasiswa. Menurutnya, kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari realitas sosial, melainkan harus menjadi bagian dari solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat.

Iwa menambahkan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan sarana edukasi karakter yang sangat efektif. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik semata, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi nyata yang diberikan kepada sesama manusia. Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara dunia industri dan akademisi dapat menghasilkan dampak positif yang luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi sosial bangsa melalui aksi-aksi nyata di bulan yang penuh berkah.

Terkini