Proyek Jalan Kawasan Hunian Pekerja IKN Gunakan Konsep Shared Street

Senin, 09 Maret 2026 | 10:31:44 WIB
Proyek Jalan Kawasan Hunian Pekerja IKN Gunakan Konsep Shared Street

JAKARTA - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada sektor infrastruktur yang menjadi tulang punggung mobilitas di kawasan tersebut. 

Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan jaringan jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dapat berfungsi optimal untuk mendukung aktivitas di pusat pemerintahan baru Indonesia.

Infrastruktur jalan menjadi elemen penting dalam membangun konektivitas antar kawasan di dalam IKN. Dengan sistem jalan yang terintegrasi, mobilitas masyarakat, pekerja konstruksi, serta aktivitas pemerintahan di masa depan diharapkan dapat berjalan lebih efisien dan terorganisasi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pembangunan berbagai ruas jalan yang berada di dalam kawasan inti IKN. 

Salah satu proyek yang saat ini tengah menjadi perhatian adalah pembangunan jalan di kawasan hunian pekerja konstruksi yang berperan penting dalam mendukung mobilitas tenaga kerja di proyek pembangunan ibu kota baru.

Komitmen Pemerintah Membangun Infrastruktur Jalan

Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen menuntaskan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Komitmen ini ditunjukkan dengan pembangunan jalan di dalam KIPP yang memasuki tahap akhir pada tahun ini.

Salah satunya ialah Paket Peningkatan Jalan Kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang dirancang sebagai konektivitas di dalam kawasan hunian pekerja. Kawasan hunian pekerja konstruksi ini juga terhubung dengan kawasan lain seperti kawasan hankam, hunian BIN dan Polri, serta kawasan legislatif.

PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK) dan PT Panca Karya Sentosa (PKS) menjalin kerja sama operasi selaku kontraktor yang dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum.

Kuasa Kerja Sama Operasi Rizal Hartanto menegaskan bahwa pekerjaan jalan di kawasan HPK itu yang dikerjakan BCK-PKS berada di dalam lingkungan hunian yang sudah padat dan antara dua jalan akses utama di OIKN yaitu LS-2 dan LS-4.

Tantangan Pengerjaan di Kawasan Hunian

Hal itu memberikan tantangan sendiri dalam pelaksanaannya. BCK-PKS harus bisa tetap bekerja mengejar target penyelesaian sesuai kontrak dengan mengedepankan koordinasi serta komunikasi yang baik dengan hunian di sekitarnya dan paket-paket pekerjaan di sekitarnya agar tidak saling terganggu.

“Dengan kondisi seperti itu kami menerapkan strategi percepatan dalam pelaksanaannya dengan tetap mengutamakan mutu dan keselamatan kerja,” ujar Rizal.

Pekerjaan dilakukan secara simultan dengan menambah sumber daya, baik peralatan maupun tenaga, sesuai dengan kebutuhan dan menambah waktu kerja sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Dengan menerapkan metode seperti itu, pihaknya di awal Maret 2026 sudah mencapai progres 70% dan sisanya sekitar 30% lagi ditargetkan selesai Juli 2026 sesuai kontrak.

Spesifikasi Jalan dan Fasilitas Pendukung

Panjang penanganan proyek itu sepanjang 3,30 kilometer yang mencakup sistem utilitas bawah tanah modern, area pedestrian, jalur pesepeda, dan taman yang didukung teknologi cerdas.

Ruas jalan di kawasan HPK meliputi dua tipe jalan, yaitu ROW dengan lebar 24 meter dan ROW dengan lebar 16 meter.

Pembangunan ini tidak hanya berfokus pada perkerasan jalan semata, tetapi juga memperhatikan fasilitas pendukung yang meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Dengan adanya jalur pejalan kaki dan jalur sepeda, kawasan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan di masa depan.

Selain itu, keberadaan taman dan ruang hijau di sepanjang jalan juga dirancang untuk memperindah kawasan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi para penghuni.

Jalan Ramah Lingkungan dengan Konsep Shared Street

IKN sebagai kota ramah lingkungan yang mengusung konsep smart city menerapkan jalan dengan konsep shared street yang memungkinkan kendaraan bermotor dan pesepeda dalam lajur yang sama.

Jalan dengan lebar (right of way/ROW) 16 meter ini juga dilengkapi dengan taman dan pohon yang memperindah kawasan jalan dan sebagai pembatas dengan pejalan kaki untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Konsep kota pintar juga diterapkan dalam mendukung keberlanjutan jalan kawasan ini.

Teknologi sensor motion pada lampu penerangan jalan dan pedestrian memungkinkan lampu mengatur secara otomatis tingkat cahaya ketika ada pergerakan di bawah lampu.

Lampu penerangan jalan menggunakan sumber energi dari baterai yang diisi solar sel sebagai sumber energi terbarukan.

Selanjutnya sistem penyiraman tanaman yang diatur oleh sensor waktu otomatis untuk menyiram tanaman pada waktu yang telah ditetapkan.

Penyediaan air yang siap diminum atau dikenal dengan istilah drinking water fountain juga ditempatkan di beberapa lokasi strategis, mengingat jaringan utilitas air minum yang telah tersedia di dalam terowongan utilitas.

Pembangunan jalan di KIPP diharapkan bukan hanya pembangunan jalan biasa seperti umumnya yang hanya berfokus pada struktur perkerasan jalan.

Ini membangun jalan dan infrastruktur yang berkesinambungan dan berkelanjutan guna mendukung IKN sebagai kota dunia yang ramah lingkungan.

Dengan konsep tersebut, IKN diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur modern yang tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Terkini