JAKARTA - Mudik Lebaran 2026 menghadirkan opsi baru bagi pengguna kendaraan listrik dengan tersedianya 55 titik stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di sepanjang jalur Tol Trans Jawa.
Fasilitas ini tersebar di berbagai ruas tol, termasuk Tol Jakarta–Tangerang, Jagorawi, Cipularang, Padaleunyi, hingga wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan penyebaran strategis tersebut, pemudik listrik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menegaskan kesiapan SPKLU. “Kami memastikan pemudik dengan mobil listrik tidak perlu khawatir. SPKLU kami sudah siap 24 jam dengan petugas yang siaga di rest area,” ujarnya.
Hal ini memberikan kepastian layanan bagi masyarakat yang ingin mencoba mudik menggunakan kendaraan ramah lingkungan.
Jenis pengisian yang tersedia beragam, mulai dari fast charging 50–100 kW, ultra-fast charging 100–200 kW, hingga charging standar 22 kW.
Waktu pengisian bervariasi, dari 15 menit hingga 5 jam, sesuai jenis kendaraan dan kapasitas baterai. Dengan fasilitas ini, perjalanan jarak jauh kendaraan listrik menjadi lebih praktis dan efisien.
Daftar SPKLU di Ruas Tol Strategis
SPKLU tersebar di berbagai titik penting Tol Trans Jawa, termasuk Tol Jakarta–Tangerang di KM 13A dan KM 14B. Tol Jagorawi menyediakan SPKLU di KM 10A, KM 21B, KM 38B, dan KM 45A. Sementara itu, Tol Cipularang dan Padaleunyi memiliki fasilitas di KM 72A, KM 72B, KM 88A, KM 88B, KM 97, KM 125, KM 147A, dan KM 149B, memastikan pemudik dapat mengisi daya secara berkala.
Untuk tol di wilayah Jawa Tengah, SPKLU tersedia di Batang–Semarang KM 360, KM 379, KM 389, KM 391A, Palikanci KM 207 dan 208B, serta Semarang Seksi A, B, C KM 424B. Tol Semarang–Solo dilengkapi titik pengisian di KM 429, KM 439, KM 444, BKM 456, BKM 487, dan AKM 487B. Pemudik Solo–Yogyakarta dapat memanfaatkan SPKLU di KM 19A untuk memastikan perjalanan lancar.
Di Jawa Timur, tol Solo–Ngawi menyediakan SPKLU di KM 519A, KM 519B, KM 538A, KM 538B, KM 575A, dan KM 575B. Sementara tol Ngawi–Kertosono memiliki fasilitas di KM 597A, KM 597B, KM 626A, dan KM 626B.
Tol Surabaya–Pasuruan–Malang juga mendukung dengan SPKLU di KM 725A, KM 726B, KM 753, KM 754A, KM 66A, KM 66B, KM 84A, KM 84B, KM 792A, dan KM 792B. Penyebaran ini memastikan semua ruas tol utama memiliki titik pengisian listrik.
Keuntungan Menggunakan SPKLU Saat Mudik
Penggunaan SPKLU membawa beberapa keuntungan bagi pemudik kendaraan listrik. Pertama, waktu pengisian bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari pengisian cepat hingga pengisian panjang sesuai jenis baterai.
Kedua, lokasi SPKLU yang tersebar di berbagai rest area memudahkan perencanaan perjalanan lintas provinsi, sehingga pemudik tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.
Darmawan Prasodjo menekankan, “Kami memastikan SPKLU beroperasi 24 jam dengan petugas siap membantu pemudik.”
Hal ini menegaskan komitmen PLN dalam mendukung mobilitas ramah lingkungan selama Lebaran 2026. Selain itu, pemudik juga bisa memanfaatkan waktu pengisian untuk istirahat atau konsumsi makanan ringan di rest area, menjadikan perjalanan lebih nyaman.
Selain itu, fasilitas SPKLU dilengkapi sistem monitoring untuk memantau ketersediaan daya secara real-time. Pemudik dapat memanfaatkan aplikasi terkait untuk mengetahui kondisi SPKLU sebelum tiba di lokasi. Integrasi teknologi ini membantu mengurangi risiko antrean dan memastikan pengalaman mudik lebih efisien.
Persiapan PLN dalam Menyambut Mudik Listrik
PLN telah mempersiapkan infrastruktur SPKLU dengan petugas yang standby di setiap lokasi untuk melayani pemudik. Selain penyediaan titik pengisian, tim teknis juga siap menangani kendala teknis selama mudik. Persiapan ini dilakukan untuk memastikan semua kendaraan listrik dapat menempuh perjalanan tanpa hambatan.
Darmawan menambahkan, fasilitas SPKLU ini merupakan bagian dari strategi PLN mendukung transportasi bersih dan ramah lingkungan. “Kami ingin pemudik mobil listrik merasakan pengalaman aman dan nyaman, sekaligus mendukung transisi energi nasional,” ujar Darmawan. Dengan begitu, mudik tahun ini tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga menjadi kampanye nyata penggunaan energi bersih.
Selain itu, PLN juga melakukan koordinasi dengan pengelola tol untuk memastikan SPKLU mudah diakses. Penempatan di rest area strategis memungkinkan pemudik memanfaatkan fasilitas lain, termasuk restoran, toilet, dan area istirahat. Semua langkah ini dilakukan agar pengalaman mudik kendaraan listrik setara dengan perjalanan konvensional berbasis BBM.
Imbauan untuk Pemudik Kendaraan Listrik
PLN mengimbau pemudik untuk memanfaatkan SPKLU sesuai kebutuhan perjalanan dan memperhatikan kapasitas daya baterai kendaraan. Perencanaan rute dan titik pengisian menjadi kunci agar perjalanan tetap lancar dan aman. Pemudik diharapkan selalu memantau informasi terkait kondisi SPKLU melalui aplikasi resmi PLN atau petugas di lokasi.
Darmawan Prasodjo menegaskan kembali, “Kami memastikan pemudik tidak perlu khawatir kehabisan daya selama perjalanan. Semua SPKLU siap melayani selama 24 jam dengan petugas standby.” Dengan imbauan ini, PLN ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin mencoba mudik menggunakan kendaraan listrik.
Selain itu, pemudik diimbau untuk tetap memperhatikan protokol keselamatan berkendara dan menjaga jarak aman saat antrean pengisian. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman mudik yang lancar dan menyenangkan bagi semua pengguna kendaraan listrik.