Pilihan Takjil Berbuka Puasa yang Tepat dan Praktis untuk Ramadan Ini

Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:45:34 WIB
Pilihan Takjil Berbuka Puasa yang Tepat dan Praktis untuk Ramadan Ini

JAKARTA - Takjil menjadi bagian penting dari tradisi berbuka puasa yang selalu dinantikan setiap Ramadhan oleh umat Muslim. Tak hanya sekadar makanan ringan yang dinikmati sesaat setelah adzan Maghrib berkumandang, takjil juga berperan untuk membantu tubuh kembali mendapatkan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Pilihan Takjil yang Mudah Dinikmati

Ketika waktu berbuka tiba, takjil menjadi santapan pertama yang disantap sebelum masuk ke menu utama. Menurut tradisi, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menyegerakan berbuka puasa dan biasanya dimulai dengan mengonsumsi tiga buah kurma. Namun di luar itu, ada banyak pilihan takjil lain yang bisa dipilih sesuai selera dan kebutuhan energi setelah seharian berpuasa.

Salah satu takjil yang paling sering muncul sebagai pilihan praktis adalah brownies. Camilan ini terkenal karena teksturnya yang lembut dan rasa manisnya yang pas, membuatnya menjadi pilihan favorit bagi banyak orang ketika berbuka puasa. Brownies juga mudah dibawa dan dibagikan, sehingga sering kali menjadi takjil andalan dalam berbagai acara buka puasa bersama.

Selain brownies, roti menjadi opsi lain yang sederhana namun bisa memberi rasa kenyang lebih cepat. Roti dapat dikonsumsi dalam berbagai varian, mulai dari roti tawar sederhana sampai roti isi yang lebih kaya rasa. Kepraktisan roti membuatnya cocok sebagai takjil saat bepergian atau ketika berbuka di tempat yang tidak menyediakan makanan berat secara langsung.

Buah-Buahan: Segar dan Mengembalikan Energi

Takjil tidak hanya soal rasa manis dari kue atau camilan. Buah-buahan menjadi bagian penting dari daftar takjil yang pas karena selain menyegarkan, buah juga membantu mengembalikan energi dengan lebih sehat. Beberapa buah yang bisa dipilih antara lain kurma, jeruk, pisang, maupun apel. Buah lain seperti pepaya, semangka, dan mangga pun sering dijadikan takjil karena kandungan air dan nutrisinya yang tinggi.

Kurma misalnya, menjadi takjil klasik yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW karena kandungan gula alaminya yang mudah diserap tubuh setelah seharian berpuasa. Buah-buahan lain seperti semangka dan jeruk dapat membantu mengatasi rasa dahaga karena kandungan airnya sangat tinggi. Penelitian dari sumber kesehatan makanan menjelaskan bahwa memasukkan buah sebagai bagian dari takjil dapat membantu tubuh memulihkan energi secara bertahap tanpa memberikan beban berlebihan pada sistem pencernaan.

Takjil Alternatif untuk Berbuka Puasa

Takjil berbuka puasa tidak terbatas pada buah, roti, atau brownies saja. Ada berbagai jenis kudapan ringan lain yang bisa menjadi pilihan alternatif. Salah satunya adalah kue pie, yang sering dijadikan takjil bagi mereka yang menyukai rasa manis dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Kue pie juga relatif mudah disajikan dalam pertemuan keluarga atau acara buka bersama.

Takjil gurih seperti gorengan juga banyak diminati. Gorengan seperti tahu, risol, bakwan, atau martabak sering kali menjadi pilihan ketika ingin sesuatu yang hangat dan mengenyangkan. Meski gorengan jangan dikonsumsi berlebihan karena kandungan lemaknya, sebagai takjil sesekali pilihan ini tetap bisa dinikmati terutama jika disajikan hangat saat berbuka.

Takjil lain yang juga praktis adalah jelly. Camilan bertekstur kenyal ini bisa disajikan dalam kemasan kecil sehingga mudah dibawa dan dinikmati begitu waktu berbuka tiba. Jelly dengan berbagai rasa dapat menjadi favorit terutama bagi anak-anak yang menyukai rasa manis menyegarkan.

Tips Memilih Takjil yang Sehat dan Tepat

Dalam memilih takjil, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan nutrisi tubuh setelah berpuasa. Tidak hanya mengejar rasa manis atau kepraktisan, tetapi juga mempertimbangkan kandungan gizi yang ideal. Menurut berbagai sumber kuliner dan kesehatan, takjil yang sehat sebaiknya mengandung kombinasi karbohidrat alami, serat, vitamin, mineral, serta cairan yang cukup untuk membantu tubuh pulih secara bertahap tanpa memberikan beban berlebihan pada pencernaan.

Misalnya, memilih buah atau jus buah tanpa tambahan gula bisa membantu mengembalikan energi secara alami. Pilihan takjil seperti kurma atau buah-buahan segar juga membantu menstabilkan kadar gula darah. Sedangkan camilan seperti gorengan atau kue pie boleh dinikmati sesekali, namun sebaiknya diimbangi dengan cukup minum air putih dan makanan lain yang lebih sehat setelah tarawih atau di menu utama berbuka.

Bagi yang ingin takjil lebih praktis, cereal bar atau makanan ringan yang mengandung serat dan energi juga dapat menjadi pilihan. Makanan seperti ini biasanya dapat memberikan dorongan energi cepat serta mudah dicerna sehingga cocok untuk tubuh yang baru saja selesai berpuasa.

Mengatur Takjil dengan Menu Utama

Seusai menyantap takjil, penting juga untuk mengatur waktu sebelum menikmati menu utama berbuka. Para ahli gizi merekomendasikan memberi jeda sekitar 20-30 menit setelah takjil sebelum makan makanan berat. Hal ini memberi tubuh waktu untuk mulai menyesuaikan sistem pencernaan dan membantu menghindari rasa kembung atau tidak nyaman yang sering terjadi ketika langsung menyantap makanan berat.

Dengan memilih takjil yang tepat, berbuka puasa tidak hanya menjadi momen untuk melepas dahaga dan lapar, tetapi juga membantu memulihkan energi dengan cara yang lebih sehat. Pilihlah kombinasi takjil yang sesuai dengan kondisi tubuh dan selera keluarga agar Ramadan tahun ini menjadi lebih bermakna dan bertenaga.

Terkini