Garuda Indonesia & Citilink Turunkan Harga Tiket Ekonomi Hingga 18 Persen Sambut Arus Mudik 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:41:14 WIB
Garuda Indonesia & Citilink Turunkan Harga Tiket Ekonomi Hingga 18 Persen Sambut Arus Mudik 2026

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) bersama anak usahanya, Citilink, mulai menerapkan penyesuaian tarif tiket pesawat pada rute domestik kelas ekonomi menjelang periode mudik Lebaran 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah meringankan biaya perjalanan masyarakat. Diskon ini diberlakukan setelah adanya kebijakan stimulus dari pemerintah untuk menurunkan harga tiket di puncak arus mudik sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan transportasi udara yang lebih terjangkau.

Penyesuaian Tarif dan Periode Penerbangan

Diskon yang diberikan kedua maskapai tersebut berkisar antara 17 hingga 18 persen pada penerbangan kelas ekonomi domestik selama periode penerbangan 14–29 Maret 2026, sementara periode pembelian tiket sudah dibuka sejak 10 Februari 2026. Penyesuaian ini mencakup penurunan komponen tarif melalui kombinasi insentif pemerintah, termasuk PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen serta pengaturan ulang biaya tambahan lain seperti Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge.

Citilink sendiri mulai menyesuaikan harga tiketing efektif sejak 11 Februari 2026, memperluas akses bagi penumpang yang ingin memanfaatkan layanan kedua maskapai dalam kelompok Garuda Indonesia Group. Penurunan tarif ini diharapkan dapat menarik lebih banyak calon penumpang pada musim mudik Lebaran 2026 dengan tetap menjaga standar keselamatan dan kualitas layanan.

Dukungan Pemerintah Lewat Stimulus Transportasi

Stimulus penurunan tarif tiket pesawat merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang lebih luas untuk sektor transportasi dalam negeri menjelang Lebaran. Melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah menyiapkan paket kebijakan yang mencakup penurunan tarif tiket pesawat hingga penerapan fasilitas PPN DTP sebesar 11 persen untuk jasa angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi, serta pengurangan biaya lain seperti surcharge bahan bakar dan beberapa komponen jasa bandar udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara menegaskan kebijakan ini dilaksanakan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama musim puncak arus mudik. Pemerintah berharap langkah ini tidak hanya menjaga daya beli, tetapi juga memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan menggunakan pesawat dengan biaya lebih ringan tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan pelayanan.

Proyeksi Jumlah Penumpang dan Sinergi Industri

Pemberlakuan diskon tarif maskapai diproyeksikan menjangkau jutaan penumpang selama periode mudik Lebaran 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa total anggaran stimulus transportasi, yang mencakup diskon tiket pesawat, kereta api dan moda lainnya, mencapai sekitar Rp911,16 miliar dari sumber APBN maupun non-APBN. Dalam sektor angkutan udara, sekitar 3,3 juta penumpang ditargetkan dapat merasakan manfaat diskon tiket ini.

Menurut pernyataan resmi, diskon tarif yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode Lebaran sebelumnya dan Nataru 2025/2026 diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mengatur perjalanan mudik sejak awal. Dengan volume penumpang yang diproyeksikan tumbuh positif, optimasi jaringan dan kapasitas penerbangan oleh Garuda Group dipandang penting demi memberikan layanan terbaik selama periode tersebut.

Tantangan dan Harapan Sektor Penerbangan

Industri penerbangan nasional menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan penurunan tarif dengan kebutuhan operasional, termasuk menjaga standar keselamatan dan kualitas layanan. Penurunan harga tiket yang signifikan juga dipandang sebagai upaya strategis untuk merangsang mobilitas sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah di luar pusat-pusat kota besar.

Pihak maskapai dan pemerintah sama-sama menekankan pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan industri, operator bandar udara, dan pihak terkait lainnya agar kebijakan stimulus dapat diimplementasikan secara efektif dan konsisten. Harapannya, mekanisme penurunan tarif ini tidak hanya membantu masyarakat pada musim mudik 2026, tetapi juga menjadi fondasi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem aviasi nasional.

Bagaimana Masyarakat Dapat Memanfaatkannya

Calon penumpang disarankan untuk membeli tiket melalui berbagai kanal penjualan yang tersedia sejak awal periode pembelian pada 10 Februari hingga 29 Maret 2026. Dengan harga yang telah disesuaikan, pilihan waktu dan rute bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan kursi yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan perjalanan selama periode Lebaran. Melihat tren positif pertumbuhan permintaan, anggota masyarakat yang berencana mudik diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal agar tidak kehabisan tiket pada rute-rute populer.

Skema stimulus ini juga akan diawasi secara ketat oleh otoritas terkait untuk memastikan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas. Melalui kebijakan terkoordinasi ini, pemerintah bersama industri berharap dapat membuka akses transportasi udara yang adil, terjangkau, dan aman bagi seluruh pengguna jasa penerbangan domestik sepanjang musim mudik Lebaran 2026.

Terkini