JAKARTA - Dalam upaya untuk menjaga kestabilan sosial dan memperkuat perekonomian nasional, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menekankan betapa pentingnya hubungan yang harmonis antara pekerja dan perusahaan.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Gala Dinner General Assembly ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta.
Menurut Kapolri, iklim hubungan industrial yang kondusif akan berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan buruh.
Kapolri menegaskan bahwa hubungan yang harmonis antara buruh dan perusahaan sangat penting untuk menciptakan stabilitas sosial yang mendukung kemajuan negara.
"Yang terpenting, kita semua memiliki komitmen yang sama untuk menjaga iklim hubungan industrial yang harmonis antara buruh dan perusahaan," ujar Jenderal Listyo.
Ia mengharapkan bahwa dengan terjalinnya hubungan yang baik di sektor industri, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat, sehingga kesejahteraan para pekerja juga semakin terwujud.
Hubungan Industrial yang Harmonious untuk Kesejahteraan Buruh
Dalam setiap perkembangan ekonomi, pekerja memegang peranan yang tidak bisa dianggap remeh. Kapolri memandang bahwa hubungan yang sehat antara pekerja dan perusahaan bukan hanya bermanfaat bagi dunia usaha, tetapi juga sangat vital bagi kesejahteraan buruh.
Komitmen untuk menciptakan suasana kerja yang damai dan saling mendukung akan mengurangi gesekan antara kedua belah pihak, yang akhirnya dapat mendukung produktivitas dan kestabilan ekonomi secara keseluruhan.
Kapolri juga mengingatkan bahwa dengan menjaga hubungan industrial yang harmonis, para pekerja akan merasa lebih dihargai, dan perusahaan bisa berkembang lebih optimal.
"Dengan hubungan usaha yang baik, kita berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus meningkat," ungkap Kapolri, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara pekerja dan perusahaan demi tercapainya tujuan bersama.
Apresiasi untuk Desk Ketenagakerjaan Polri dan Kontribusi TUC ASEAN
Tidak hanya berbicara tentang hubungan industrial, Kapolri juga memberikan apresiasi kepada organisasi yang berperan aktif dalam mendorong terciptanya keharmonisan ini.
Dalam acara tersebut, beliau mengungkapkan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Desk Ketenagakerjaan Polri oleh ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC).
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi Polri dalam mendampingi dan menyelesaikan masalah ketenagakerjaan yang terjadi di berbagai sektor.
"Apresiasi ini tentu menjadi motivasi bagi Desk Ketenagakerjaan untuk terus memberikan pendampingan terhadap berbagai permasalahan hubungan industrial," ujar Kapolri.
Ia menambahkan, penghargaan ini juga menandakan bahwa upaya Polri dalam menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan telah memberikan dampak positif, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi pekerja itu sendiri.
Kapolri juga menyampaikan harapan agar penghargaan ini bisa mendorong jajaran Polri untuk semakin berperan aktif dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan secara adil dan profesional, serta berperan sebagai "problem solver" bagi setiap masalah yang muncul di dunia industri.
Pemilihan Kembali Andi Gani Nena Wea Sebagai Presiden ASEAN TUC
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga menyampaikan ucapan selamat kepada Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), yang terpilih kembali sebagai Presiden ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) untuk periode mendatang.
Andi Gani mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan konfederasi serikat pekerja se-ASEAN dan terpilih secara aklamasi. Kapolri menyebutkan bahwa terpilihnya Andi Gani untuk ketiga kalinya menunjukkan betapa besar pengaruh ASEAN TUC dan pentingnya organisasi buruh di kawasan ini.
"ASEAN TUC merupakan organisasi buruh tingkat ASEAN yang memiliki kurang lebih 20 juta anggota, sehingga ini merupakan organisasi yang sangat besar dan berpengaruh," kata Kapolri.
Ini juga menunjukkan pengakuan terhadap kepemimpinan Andi Gani dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di kawasan Asia Tenggara. Andi Gani dianggap telah berhasil memperjuangkan hak pekerja dan mendorong kebijakan yang berfokus pada perlindungan serta kesejahteraan pekerja.
Pengaruh ASEAN TUC dalam Perjuangan Buruh Asia Tenggara
ASEAN TUC, yang kini dipimpin oleh Andi Gani, adalah konfederasi buruh terbesar di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini tidak hanya mewakili jutaan pekerja, tetapi juga berperan penting dalam advokasi hak-hak pekerja di negara-negara ASEAN.
ASEAN TUC terus memperjuangkan hak-hak buruh dalam sektor formal maupun informal, serta mendukung kebijakan-kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Kapolri mengapresiasi adanya dukungan yang terus diberikan oleh ASEAN TUC kepada perbaikan kondisi pekerja di berbagai negara, khususnya Indonesia.
Dukungan dari organisasi besar ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam mengelola hubungan industrial yang harmonis dan menguntungkan bagi pekerja maupun perusahaan.
"Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, khususnya Indonesia, karena Bapak Andi Gani telah terpilih untuk ketiga kalinya," kata Kapolri dengan penuh semangat.
Terpilihnya Andi Gani diharapkan bisa menjadi kekuatan baru bagi pergerakan buruh di ASEAN, dengan lebih banyak advokasi untuk meningkatkan perlindungan pekerja, baik dalam aspek ekonomi, hukum, maupun sosial.
Momen Penting untuk Mempererat Silaturahmi Buruh ASEAN
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini bukan hanya menjadi ajang untuk memberikan penghargaan, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara para perwakilan buruh di kawasan ASEAN.
Kapolri menyadari bahwa hubungan antarperwakilan buruh ini memiliki dampak besar dalam menciptakan kebijakan yang lebih baik untuk pekerja. Oleh karena itu, pertemuan ini dianggap sebagai momentum yang sangat penting dalam memperkokoh silaturahmi antarburuh ASEAN.
Silaturahmi antar negara di kawasan ini diyakini akan memfasilitasi pertukaran informasi yang bermanfaat mengenai kebijakan ketenagakerjaan, serta menciptakan kesepahaman yang lebih baik mengenai perlindungan hak-hak pekerja.
Dengan adanya komunikasi yang lebih baik antar negara, akan tercipta solusi yang lebih efektif dalam menangani masalah ketenagakerjaan yang bersifat lintas negara.
Harmoni Hubungan Industrial Kunci Kemajuan Ekonomi
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan perusahaan adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dengan terciptanya hubungan yang baik, baik bagi perusahaan maupun pekerja, stabilitas sosial akan terjaga dan pertumbuhan ekonomi dapat terus meningkat.
Kegiatan ASEAN TUC dan dukungan yang diberikan kepada organisasi buruh menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan industrial di kawasan ASEAN.
Dengan adanya pemilihan Andi Gani Nena Wea sebagai Presiden ASEAN TUC untuk ketiga kalinya, diharapkan perjuangan untuk kesejahteraan buruh dapat terus berjalan dengan lancar, dan hubungan industrial yang harmonis semakin mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan negara-negara ASEAN.