JAKARTA - Pergerakan harga Bitcoin (BTC) dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kecenderungan bergerak mendatar atau sideways, mencerminkan fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi yang sempat terjadi sebelumnya. Dalam 24 jam terakhir, BTC tercatat mengalami koreksi sekitar 1,15% dan diperdagangkan di kisaran US$69.200 atau setara Rp1,16 miliar. Kondisi ini menempatkan Bitcoin pada rentang pergerakan sempit antara US$68.000 hingga US$72.000 selama empat hari terakhir, sekaligus menegaskan bahwa pasar tengah mencari arah baru di tengah dinamika global yang terus berubah .
Dominasi Pasar Masih Menguat
Di tengah pergerakan harga yang cenderung stabil, dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) tercatat berada di level 59,35%. Angka ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset kripto utama yang memimpin kapitalisasi pasar, sekaligus menjadi barometer sentimen investor di ekosistem kripto. Stabilnya dominasi pasar ini menandakan minat terhadap BTC tetap terjaga, meskipun investor saat ini lebih berhati-hati dalam mengambil posisi baru.
Fase sideways yang terjadi sering kali dipandang sebagai periode jeda sebelum munculnya pergerakan signifikan berikutnya. Dalam konteks pasar kripto, kondisi ini kerap dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan akumulasi atau penyesuaian portofolio. Oleh karena itu, pergerakan harga yang relatif datar tidak selalu mencerminkan pelemahan sentimen, melainkan bisa menjadi indikasi penguatan fondasi pasar dalam jangka menengah.
Analisis Teknikal: Konsolidasi di Area Kunci
Dari sisi teknikal, pergerakan Bitcoin masih tertahan di area konsolidasi dengan level support kuat di sekitar US$68.000 dan resistance di kisaran US$72.000. Selama harga mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang rebound jangka pendek tetap terbuka. Sebaliknya, jika level US$68.000 gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi meningkat dan mendorong harga turun lebih dalam.
Struktur harga yang masih sideways menuntut investor untuk lebih selektif dalam membaca sinyal pasar. Volume perdagangan dan konfirmasi breakout menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan. Dalam situasi seperti ini, strategi bertahap dan manajemen risiko yang disiplin dinilai lebih relevan dibandingkan pendekatan agresif.
Dorongan Fundamental dari Dana Institusi
Dari sisi fundamental, sentimen positif datang dari meningkatnya arus dana institusional ke aset digital. Laporan 13F kuartal IV 2025 mencatat langkah agresif Goldman Sachs yang meningkatkan eksposur terhadap aset kripto hingga mencapai US$2,36 miliar. Dari total tersebut, sekitar US$1,1 miliar dialokasikan ke Bitcoin, mencerminkan keyakinan institusi besar terhadap prospek jangka panjang BTC.
Langkah ini dinilai menjadi sinyal penting bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai bagian dari portofolio investasi strategis. Keterlibatan institusi besar tidak hanya memperkuat legitimasi aset kripto, tetapi juga berpotensi meningkatkan likuiditas pasar. Dengan likuiditas yang lebih dalam, volatilitas ekstrem dapat lebih teredam, sehingga menciptakan stabilitas yang lebih baik dalam jangka panjang.
Selain itu, pasar ETF Bitcoin spot juga mulai menunjukkan pembalikan tren. Setelah mencatat outflow mingguan sebesar US$318,07 juta pada periode yang berakhir 6 Februari 2026, data per 9 Februari 2026 menunjukkan adanya net inflow harian sebesar US$145 juta. Perubahan arus dana ini mengindikasikan kembalinya minat investor institusional, yang sebelumnya sempat bersikap wait and see akibat ketidakpastian global .
Peran ETF Bitcoin dalam Dinamika Pasar
ETF Bitcoin spot kini menjadi salah satu instrumen utama yang memengaruhi pergerakan harga BTC. Arus dana yang masuk dan keluar dari produk ini sering kali dijadikan acuan untuk membaca sentimen pasar institusional. Ketika inflow meningkat, pasar cenderung merespons positif karena menandakan adanya permintaan nyata dari investor besar.
Sebaliknya, outflow yang signifikan kerap memicu tekanan jual jangka pendek. Oleh sebab itu, pergeseran dari outflow menuju inflow, seperti yang terjadi pada 9 Februari 2026, menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar. Kondisi ini berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan harga selanjutnya, terutama jika tren inflow mampu bertahan dalam beberapa hari ke depan.
Prospek Pergerakan dan Strategi Investor
Kombinasi antara konsolidasi harga, stabilnya dominasi pasar, serta kembalinya arus dana institusional menciptakan landasan yang relatif kuat bagi Bitcoin. Untuk perdagangan hari ini, BTC diperkirakan masih bergerak dalam rentang US$68.000 hingga US$72.000. Arah pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus resistance di atas US$72.000 atau mempertahankan support utama di sekitar US$68.000.
Dalam situasi seperti ini, investor disarankan untuk tetap waspada dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. Pengamatan terhadap volume perdagangan, sentimen global, serta dinamika ETF menjadi kunci dalam membaca potensi arah pasar. Strategi bertahap, baik dalam akumulasi maupun realisasi keuntungan, dapat membantu meminimalkan risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi.
Menanti Katalis Baru di Pasar Kripto
Pasar kripto saat ini berada dalam fase menunggu katalis baru yang mampu mendorong pergerakan signifikan. Faktor makroekonomi global, kebijakan moneter bank sentral, serta perkembangan regulasi di berbagai negara akan terus menjadi variabel penting. Di sisi lain, inovasi di sektor blockchain dan meningkatnya adopsi institusional dapat menjadi pendorong positif dalam jangka menengah hingga panjang.
Dengan fondasi yang semakin kuat, Bitcoin tetap dipandang sebagai aset strategis di tengah dinamika pasar keuangan global. Fase sideways yang sedang berlangsung dapat menjadi momentum bagi investor untuk melakukan evaluasi portofolio, sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi potensi pergerakan besar berikutnya. Dalam konteks ini, kehati-hatian dan disiplin tetap menjadi kunci utama dalam menavigasi pasar kripto yang penuh peluang sekaligus risiko.