Menko Pangan: Sinergi KDMP-MBG Beri Kepastian Pasar Hasil Warga

Senin, 03 Agustus 2026 | 19:44:02 WIB
Zulhas sebut Sinergi KDMP-MBG Dorong Ekonomi Desa Lewat SPPG [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengutarakan bahwa sinergi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bersama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menghadirkan kepastian pasar bagi produk budi daya warga lewat mekanisme penyerapan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Skema integrasi tersebut telah digulirkan di KDMP Kamolan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang menyuplai lele bersih untuk empat SPPG demi mencukupi kebutuhan asupan protein dalam Program MBG.

“Inilah yang kami bangun, sebuah closed-loop economy. Warga memiliki kepastian pasar, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak memperoleh sumber protein berkualitas melalui Program MBG,” kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut penjelasannya, keterpaduan tersebut membentuk rantai ekosistem ekonomi desa dari sektor hulu sampai hilir. Warga menjalankan proses produksi, pihak koperasi mengemudikan usaha, sementara SPPG menyerap hasil budi daya secara konsisten dan berkesinambungan.

Cetak biru tersebut ditinjau langsung oleh Menko Pangan bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Kelautan dan Perikanan, legislator DPR RI, serta Bupati Blora di lokasi budi daya bioflok KDMP Kamolan.

KDMP Kamolan mendistribusikan lele bersih kepada empat SPPG pada tingkat harga Rp25.000 per kilogram (kg). Setiap SPPG rata-rata mengajukan pesanan berkisar 250 kg lele dalam tiap tahap pengambilan.

Menurut Zulhas, skema penyerapan semacam itu menghadirkan jaminan permintaan, sehingga para pembudidaya sanggup merancang volume produksi serta estimasi jadwal panen yang selaras dengan kebutuhan SPPG.

Fasilitas budi daya bioflok Kamolan sendiri resmi meluncur pada Februari 2026. Pada putaran siklus perdana, unit bisnis tersebut sukses membukukan hasil panen sekitar 1,04 ton lele.

Selanjutnya pada siklus kedua, tim pengelola telah memanen secara bertahap dengan perolehan mencapai 605 kilogram.

Hingga kini, sebanyak 22 dari total 24 kolam telah difungsikan dengan akumulasi penebaran mencapai 92.000 benih lele. Penebaran benih tersebut diatur secara berkala supaya masa panen dapat dipadu padankan dengan kebutuhan pasokan di empat SPPG.

Menko Pangan menilai keterikatan antara aktivitas produksi warga, tata kelola usaha oleh koperasi, serta penyerapan produk oleh SPPG sanggup menstimulasi dinamika ekonomi pedesaan sekaligus menopang penyediaan bahan pangan bergizi.

"Integrasi KDMP dengan MBG menjadi bukti bahwa program pemerintah kini terhubung dari hulu hingga hilir. Produksi masyarakat terserap, ekonomi desa bergerak, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Zulhas.

Sinergi KDMP dan MBG turut diproyeksikan memperkokoh fungsi koperasi selaku pilar pengelola bisnis produktif, sekaligus mendampingi warga dalam mengantongi jangkauan pasar yang berkelanjutan.

Dalam skala nasional, pemerintah mematok target volume produksi ikan budi daya pada 2026 sanggup menembus 7,15 juta ton.

Guna mengawal pencapaian target tersebut, pemerintah meluncurkan Program Budi Daya Tematik Bioflok demi menggenjot produksi ikan, membuka kesempatan kerja baru, memajukan ekonomi desa, serta mengamankan pasokan protein untuk Program MBG.

Terkini