BGN Copot 137 Kepala SPPG di Seluruh Indonesia Imbas Pelanggaran

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:27:31 WIB
Kepala BGN Copot 137 Kepala SPPG Terkait Kasus Keracunan dan Indisipliner [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membeberkan bahwa 137 kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberhentikan dari jabatannya lantaran tersandung serangkaian pelanggaran.

"Per hari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur (SPPG) di seluruh Indonesia," ujar Sudaryono, Senin (3/8/2026).

Rinciannya mencakup 49 orang di Jawa Barat, 26 di Lampung, 11 di Jawa Timur, 10 di Sumatera Utara, 10 di Banten, serta 5 di Jawa Tengah.

Sudaryono mengungkapkan, salah satu pimpinan SPPG yang dicopot merupakan penanggung jawab SPPG yang memfasilitasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SMK Negeri 6 Semarang, lokasi berulangnya insiden keracunan massal.

"Yang di Semarang itu termasuk Kepala SPPG yang dapurnya menimbulkan kasus keracunan di SMK Negeri 6 Semarang," ucap dia.

Politikus Partai Gerindra tersebut menggarisbawahi bahwa dalih pencopotan ratusan kepala SPPG ini tak melulu dipicu kasus keracunan, melainkan juga pelanggaran indisipliner lainnya.

"Ada juga kasus indisipliner lain, termasuk kasus phishing, dia berwenang mencairkan dana tetapi mengaku menjadi korban scam sehingga mengaku uangnya hilang. Kami juga memberhentikan yang bersangkutan dan dapurnya kami suspend," kata dia.

Sudaryono menegaskan, di bawah komandonya, BGN tidak memberi ruang toleransi sedikit pun terhadap bentuk pelanggaran maupun penyelewengan apa pun.

"Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero tolerance terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentit uang, dan lain-lain itu kami zero tolerance, dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana ya trust is good, but control is better," kata dia.

Keracunan massal MBG di Semarang

Sebelumnya dilaporkan, sebanyak 707 orang, mencakup 693 murid dan 14 tenaga pengajar diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi santapan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (31/7/2026).

Dari total korban, 698 orang ditangani langsung di tempat, sementara 9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, serta Puskesmas Bangetayu demi menjalani pengamatan medis lanjutan.

Para siswa dilaporkan menderita keluhan gangguan pencernaan berupa mual, muntah, dan diare setelah memakan sajian MBG yang diolah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi.

Hasil pemeriksaan mendalam mengenai kasus dugaan keracunan di SMK N 6 Semarang diperkirakan baru keluar kurun 5-7 hari mendatang.

Terkini