Lalu Lintas Tol Naik, Laba META Grup Salim Terangkat di Semester I

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:42:31 WIB
Bisnis Tol Tumbuh, Nusantara Infrastructure (META) Dulang Laba [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten tol Grup Salim, PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) mencatatkan lonjakan kontribusi laba dari lini bisnis jalan tol sepanjang semester I/2026. Performa tersebut disokong oleh pertumbuhan volume lalu lintas kendaraan serta perolehan laba bersih PT Margautama Nusantara (MUN) Group, entitas asosiasi yang menjadi salah satu penopang utama profitabilitas perseroan.

Sepanjang Januari—Juni 2026, volume lalu lintas MUN Group terangkat 5,9% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan itu didorong oleh peningkatan lalu lintas harian rata-rata (LHR) di Jalan Tol BSD sebesar 5,6% YoY dan Jalan Tol Makassar sebesar 6,2% YoY.

Sejalan dengan peningkatan trafik, MUN Group mengantongi pendapatan mencapai Rp424,1 miliar atau tumbuh 7,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih MUN terangkat 12% YoY berkat efisiensi kinerja operasional serta pangkasan beban bunga.

Kontribusi tersebut tecermin dalam laporan keuangan konsolidasi Nusantara Infrastructure. Perseroan mencatatkan share in net profit of associates sebesar Rp55,1 miliar pada semester I/2026, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan itu utamanya bersumber dari kontribusi MUN sebagai portofolio jalan tol strategis NI.

Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure Indah D.P. Pertiwi menyampaikan bahwa bisnis jalan tol masih sanggup membukukan pertumbuhan di tengah dinamika sektor transportasi dan infrastruktur.

"Di tengah dinamika biaya mobilitas, kami melihat kinerja bisnis jalan tol tetap menunjukkan perkembangan yang positif. Peningkatan laba dari operasional dan net income MUN Group mencerminkan upaya kami dalam menjaga kualitas operasional sekaligus mengoptimalkan kinerja aset di setiap wilayah," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Menurut Indah, perseroan akan konsisten menjaga kualitas layanan seraya memperkuat efisiensi operasional guna memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan maupun seluruh pemangku kepentingan.

Selain disokong kinerja entitas asosiasi, Nusantara Infrastructure turut memperkokoh struktur keuangannya. Dibandingkan posisi akhir 2025, ekuitas perseroan merangkak 0,2%, sedangkan liabilitas menyusut 8,5%. 

Perseroan juga mencatatkan net cash spending yang lebih efisien dengan tetap menjamin kebutuhan pendanaan operasional.

Pada April 2026, Nusantara Infrastructure menetapkan pembagian dividen senilai Rp45,4 miliar yang telah dituntaskan seluruhnya pada Juni 2026.

Di luar sektor jalan tol, perseroan terus mengekspansi lini usaha pengelolaan air bersih serta energi terbarukan. 

Pada segmen air bersih, volume penjualan PT Sarana Tirta Cipta Kencana (SCTK) tumbuh 3,9% YoY didukung penambahan basis pelanggan baru dan ekspansi jangkauan ke kawasan industri baru.

Sementara itu, volume penjualan energi terbarukan melorot 16,4% YoY. Penurunan tersebut terutamanya dipicu keterbatasan pasokan feedstock pada fasilitas Refuse Derived Fuel Power Plant (RPSL), yang masih menjadi kendala bagi industri pengolahan sampah menjadi energi.

Indah menuturkan perseroan bakal terus mengoptimalkan seluruh portofolio bisnis via peningkatan efisiensi operasional, mutu layanan, serta penerapannya manajemen risiko secara prudent demi menopang pertumbuhan jangka panjang.

"Perseroan akan terus mengoptimalkan kinerja seluruh portofolio bisnis, meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, serta menerapkan pengelolaan risiko secara prudent untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," tuturnya.

Terkini