Laba SMBC Indonesia Melesat Rp1,4 T Ditopang Kredit yang Tumbuh

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:44:31 WIB
Kredit Tumbuh 12,8%, Laba SMBC Indonesia Melonjak ke Rp1,4 T [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bank SMBC Indonesia Tbk. mencetak pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada semester I/2026 seiring dengan ekspansi penyaluran kredit, perbaikan kualitas aset, serta penguatan struktur pendanaan.

Perseroan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,4 triliun atau melompat 40,3% secara tahunan.

Kinerja solid tersebut disokong oleh penyaluran kredit konsolidasi yang menembus Rp185,3 triliun hingga akhir Juni 2026. 

Pertumbuhan terutama bersumber dari kredit korporasi dan komersial yang terangkat 12,8% year on year, kredit segmen digital savvy lewat Jenius di luar Digital Micro yang tumbuh 9,9%, pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk. sebesar 8,7%, serta pembiayaan Grup OTO yang naik 5,8%.

Sejalan dengan ekspansi usaha tersebut, SMBC Indonesia menorehkan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp8,6 triliun pada Semester I/2026. Pendapatan tersebut terdiri atas pendapatan bunga bersih Rp7,5 triliun dan pendapatan operasional lainnya senilai Rp1 triliun.

Di sisi berlawanan, biaya kredit susut 14,8% disandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp2,1 triliun. Penurunan tersebut mencerminkan tata kelola risiko kredit yang lebih optimal dengan tetap menjaga tingkat pencadangan yang memadai.

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar menyampaikan capaian semester I/2026 mencerminkan komitmen perseroan memperkuat fundamental bisnis agar mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dan industri perbankan.

"Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar Perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Setiap langkah strategis diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penciptaan nilai tambah agar hidup seluruh pemangku kepentingan menjadi bersama lebih bermakna," kata Henoch dalam keterangannya, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Pada paruh pertama 2026, SMBC Indonesia juga mengeksekusi tahap pertama pengalihan portofolio kredit pensiun kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk. 

Langkah tersebut ditempuh guna menjaga kesinambungan layanan kepada nasabah sekaligus meningkatkan fleksibilitas alokasi modal ke segmen bisnis yang menyimpan potensi pertumbuhan lebih tinggi.

Dari aspek neraca, total aset konsolidasi terangkat 4,7% secara tahunan menjadi Rp245,5 triliun pada akhir Juni 2026. Sementara itu, laba bersih bank secara entitas induk atau bank only melonjak 86% menuju Rp1,066 triliun.

Kinerja konsolidasi turut ditopang oleh entitas anak. BTPN Syariah meraup laba bersih Rp655 miliar atau tumbuh 1,8% dengan penyaluran pembiayaan menyentuh Rp11 triliun, sedangkan Grup OTO mencatatkan laba bersih Rp382 miliar atau melambung 251,8% didukung kenaikan pembiayaan dan penurunan biaya kredit.

Di lini pendanaan, perolehan dana murah atau current account and saving account (CASA) melonjak 37,4% menjadi Rp60,1 triliun. Porsi rasio CASA pun terangkat menjadi 47,5% dari sebelumnya 39,8%, disokong oleh pertumbuhan himpunan dana dari segmen korporasi, komersial, UKM, serta ritel.

Henoch menuturkan penguatan CASA menjadi bagian dari strategi membangun struktur pendanaan yang lebih sehat dan efisien. 

Menurut pandangannya, kondisi likuiditas yang kokoh memberikan ruang lebih lapang bagi perseroan untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah sekaligus menyokong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Per 30 Juni 2026, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) SMBC Indonesia pun tetap kokoh di level 30,7%.

Terkini