PLN Teken PJBL 20 Tahun untuk Listrik PSEL Legok Nangka

Jumat, 31 Juli 2026 | 00:39:31 WIB
PLN Siap Beli Listrik dari PSEL Legok Nangka Jawa Barat [FOTO: NET].

JAKARTA - PT PLN (Persero) secara resmi menyatakan kesiapan penuh guna membeli pasokan tenaga listrik yang bersumber dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka yang berlokasi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Komitmen strategis tersebut disampaikan seiring dengan telah dimulainya rangkaian tahap konstruksi proyek yang diproyeksikan mulai beroperasi pada tahun 2029 mendatang.

Fasilitas PSEL Legok Nangka ini diperkirakan mempunyai kapasitas daya olah sampah hingga mencapai 2.131 ton setiap harinya, serta mampu memproduksi pasokan energi listrik berkapasitas 40,79 megawatt (MW) atau setara dengan perolehan 310 gigawatt-hour (GWh) dalam kurun waktu satu tahun.

Sebagai manifestasi nyata dukungan terhadap akselerasi pengembangan proyek tersebut, pihak PLN telah menandatangani naskah Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada bulan Maret 2026 yang lalu bersama PT Jabar Environmental Solutions (PT JES), yang bertindak selaku badan usaha pelaksana proyek resmi yang ditunjuk langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Melalui ikatan perjanjian kerja sama tersebut, seluruh aliran pasokan listrik yang dihasilkan dari fasilitas PSEL Legok Nangka nantinya akan disalurkan secara langsung ke dalam sistem jaringan kelistrikan PLN agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan bahwa pihak korporasi siap mengeksekusi instruksi pemerintah dalam menyokong pengembangan proyek PSEL. Salah satunya menjadikan keberadaan PSEL Legok Nangka sebagai instrumen solusi konkret atas darurat permasalahan sampah sekaligus langkah strategis menuju kemandirian swasembada energi nasional.

Menurut pandangannya, durasi masa perjanjian PJBL selama 20 tahun yang telah disepakati bersama merepresentasikan bentuk manifestasi komitmen berkelanjutan dari PLN dalam mendukung eksistensi PSEL Legok Nangka. Lewat skema perjanjian tersebut, PLN memberikan jaminan kepastian penyerapan pembelian listrik yang dihasilkan, sehingga mampu menopang pengembangan model bisnis proyek waste to energy secara berkesinambungan.

"PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah. Kami akan menyerap produksi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat. Melalui PJBL selama 20 tahun, kami memberikan kepastian agar proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Suroso melalui keterangan resmi dikutip Jumat (31/7/2026).

Lebih lanjut, Suroso menjelaskan bahwa inisiatif pengembangan PSEL Legok Nangka ini membuktikan bahwa sektor industri ketenagalistrikan nasional turut memegang peranan penting dalam berkontribusi menyelesaikan krisis persoalan lingkungan melalui optimalisasi pengolahan sampah menjadi sumber energi baru.

"Melalui PSEL, kami bukan hanya memelihara lingkungan baik ke depannya, namun juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan energi terbarukan yang secara cycle akan terus-menerus sepanjang ada sampah, maka akan dihasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan," tuturnya.

Merujuk pada ketentuan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, proyek pembangunan PSEL ini menetapkan tarif patokan penjualan listrik senilai US$0,20 per kWh, atau berkisar antara 2 hingga 3 kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga pasaran listrik konvensional yang berlaku di PLN. Di dalam kerangka mekanisme skema tersebut, pihak PLN memegang fungsi peran tunggal sebagai pembeli akhir (off-taker) tanpa adanya dukungan mekanisme skema kompensasi yang eksplisit.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengemukakan bahwa proyek PSEL Legok Nangka merupakan bagian integral dari strategi percepatan pemerintah dalam menanggulangi volume sampah perkotaan, di samping mengoptimalkan potensi pemanfaatannya menjadi sumber energi terbarukan atau waste to energy.

Ia menilai bahwa program pembangunan ini turut merefleksikan keselarasan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk merampungkan persoalan pelik sampah sebelum tahun 2029 melalui pengelolaan yang terintegrasi dari aspek hulu hingga hilir sebagaimana termaktub di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2025–2029.

"Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," ucap Yuliot dalam acara Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (29/7/2026).

Pihaknya menaruh harapan besar agar proyek PSEL Legok Nangka ini ke depannya dapat menjadi pionir acuan model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang aplikatif untuk direplikasi di berbagai wilayah daerah lain, sekaligus mendatangkan multiplier effect positif bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan pandangannya bahwa PSEL Legok Nangka diinisiasi sebagai solusi jangka panjang yang efektif dalam mengurai kompleksitas masalah sampah di wilayah Bandung Raya, di samping menghadirkan nilai manfaat ganda dari sisi ekonomi dan ekologi melalui konversi sampah menjadi sumber pembangkit energi.

Menurutnya, proyek strategis ini beserta inisiatif PSEL lainnya di daerah yang dipimpinnya akan menjadi tonggak sejarah penting dalam mewujudkan sistem tata kelola kebersihan sampah yang jauh lebih berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat.

"Ini akan menjadi salah satu alat picu untuk membangun sebuah sistem pengelolaan sampah yang modern. Kemudian juga mendidik masyarakat tertib dan hidup bersih. Yang kemudian juga meningkatkan kualitas udara, serta meningkatkan kualitas lingkungan," ujar Dedi.

Ia menambahkan bahwa proyek berskala besar ini dipastikan pula akan memperkuat ketersediaan pasokan cadangan energi bersih yang sangat esensial guna menopang ekspansi pertumbuhan sektor industri serta arus penanaman investasi di Jawa Barat.

"Yang kedua berkahnya adalah kami akan mendapatkan energi listrik yang tentunya memberikan sumbangsih bagi kekuatan PLN untuk memiliki energi besar bagi kehidupan industri," katanya.

Terkini