IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.217 Ditopang Saham BBRI, BREN, dan AMMN

Jumat, 31 Juli 2026 | 00:22:01 WIB
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat ke 6.217, Ditopang Laju Saham Big Caps [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengawali sesi transaksi Jumat (31/7/2026) di zona hijau. Sebagian besar saham dibuka menguat, termasuk deretan emiten berkapitalisasi besar (big caps) seperti BBRI hingga BREN yang tampil sebagai penopang utama indeks komposit.

Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.02 WIB, IHSG melonjak 0,51% atau 31,43 poin menuju posisi 6.217,79. Pada pembukaan pagi ini, sebanyak 357 saham mencatatkan penguatan, 126 saham merosot, dan 480 saham bergerak stagnan. 

Transaksi bursa dibuka dengan volume sebanyak 1,53 miliar saham yang bernilai Rp647,5 miliar, sementara akumulasi kapitalisasi pasar berada pada angka Rp10.876 triliun.

Dominasi dari 20 saham dengan market cap terbesar bergerak menguat pada awal perdagangan. Lini saham tersebut antara lain BBRI yang naik 0,67% ke Rp3.010, BREN melesat 1,85% ke Rp3.310, BMRI terangkat 0,48% ke Rp4.180, serta AMMN yang menguat 2,01% ke level Rp4.060.

Selanjutnya, saham ASII terangkat 2,02% ke Rp5.050, TPIA naik 2,37% ke Rp2.160, BRPT melonjak 1,96% ke Rp1.825, DSSA bertambah 2,98% ke Rp865, BBNI terkerek 0,28% ke Rp3.560, dan PANI dibuka menguat 1,20% menuju Rp6.300.

Di lain pihak, saham big caps yang mengawali perdagangan di zona merah mencakup BBCA yang tergerus 1,16% ke Rp6.375 dan TLKM yang melemah 1,12% ke posisi Rp2.640.

Pada penutupan transaksi Kamis (30/7) kemarin, IHSG mengakhiri perdagangan dengan penguatan 1,56% menuju level 6.186,36.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berada pada area support 6.031 dan 6.130, dengan rentang resistance pada level 6.254 dan 6.356.

"Secara teknikal, pergerakan IHSG berhasil mengalami recovery dari MA20 maupun wave 2. Selain itu, pola upward bar terbentuk yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation," kata Nafan, Jumat (31/7/2026).

Sepanjang jam transaksi hari ini, Nafan mengamati hadirnya dorongan sentimen yang cenderung positif, walau tingkat volatilitas diprediksi tetap tinggi lantaran pelaku pasar masih mencermati pergerakan suku bunga global, imbal hasil obligasi AS, dan depresiasi nilai tukar rupiah, serta langkah antisipasi investor menjelang rebalancing indeks MSCI periode Agustus 2026.

Dari faktor global, dirinya menyampaikan bahwa para pelaku pemodal menyambut positif laporan kinerja keuangan Microsoft yang melampaui estimasi pasar. 

Hal ini memicu kembali optimisme pada isu Artificial Intelligence (AI) yang menjadi mesin penggerak utama US stock market, di mana para investor mulai meyakini bahwa investasi AI sanggup mendatangkan monetisasi melalui peningkatan pendapatan dan keuntungan.

Adapun dari ranah domestik, menyongsong penghujung Juli ini, Nafan menilai dinamika perdagangan bursa akan diwarnai oleh aksi portfolio adjustment serta penyesuaian arus modal pasif dari para Manajer Investasi menyambut jadwal efektif perombakan anggota indeks BEI per 3 Agustus 2026.

"Di sisi lain, ekspektasi terhadap penantian publikasi kinerja keuangan berbagai emiten sepanjang semester I-2026 bisa memberikan peluang aksi bargain hunting pada saham yang memiliki fundamental solid," tandasnya.

Terkini