BRIN Hapus Kesan Mitis, Kemenyan Berpotensi Jadi Parfum Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 | 18:08:02 WIB
BRIN Olah Kemenyan Jadi Minyak Asiri Parfum Mewah Kelas Dunia [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengikis persepsi mistis yang selama ini menempel pada kemenyan, melalui ekstraksi getah tumbuhan endemis tersebut menjadi minyak asiri berkualitas tinggi sebagai bahan baku pembuatan parfum premium tingkat dunia.

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Aswandi, dalam sebuah podcast yang dikutip di Jakarta, Jumat, menerangkan bahwa minyak asiri kemenyan mempunyai karakter aroma tipe amber yang amat bold (tegas), elegan, serta jauh dari impresi menyeramkan.

Ia menjelaskan bahwa wewangian yang dihasilkan dari proses olahan ekstraksi minyak kemenyan sangat berbanding balik dengan aroma kemenyan mentah yang dibakar bagi kepentingan ritual.

"Bahkan seandainya kalau kita datang ke hutan kemenyan sendiri, tidak ada aroma yang 'menakutkan' itu. Tidak ada," kata Aswandi.

Demi meracik parfum yang memikat, BRIN memformulasikan minyak kemenyan murni sebagai base note (dasar aroma) yang dipadukan bersama minyak asiri khas Nusantara lainnya.

Perpaduan tersebut mencakup minyak nilam (patchouli), minyak bunga kenanga, melati, sampai ekstrak jeruk, sehingga menciptakan tingkatan aroma yang mewah dan menyegarkan.

Aswandi membeberkan bahwa kandungan fitokimia dalam kemenyan Indonesia menyimpan keunikan yang tidak dijumpai pada spesies kemenyan di negara lain. 

Senyawa layaknya cinnamein, benzyl benzoate, dan vanillin yang melimpah menjadikan kemenyan Indonesia berpeluang besar untuk menguasai pasar global.

Sayangnya, selama ini Indonesia cuma tertahan sebagai pengekspor bahan mentah (raw) resin kemenyan ke 60 negara dengan volume mencapai 5.000 hingga 6.000 ton per tahun.

Ironisnya, publik Indonesia lantas mengimpor kembali produk-produk parfum dan kosmetik jadi berharga mahal dari luar negeri, yang sejatinya menggunakan kemenyan asal Tanah Air sebagai bahan utamanya.

Selain menghasikan wewangian, Aswandi mengungkapkan inovasi parfum berbasis kemenyan ini juga menyimpan khasiat aroma terapi yang berguna dalam menenangkan pikiran, meningkatkan fokus, hingga membantu regenerasi kulit wajah.

Lantaran hal tersebut, BRIN membuka ruang kerja sama seluas-luasnya untuk pelaku UMKM di seluruh Indonesia demi memanfaatkan paten serta teknologi pemurnian kemenyan ini. Langkah tersebut krusial guna menekan dominasi produk parfum sintetik asal luar negeri.

"Di pekarangan kami punya nilam misalnya, di pekarangan kami punya serai wangi, ada kemenyan, kenapa enggak kami bikin sendiri saja, parfumnya? Kami bikin sendiri saja, aroma terapinya. Jadi selain kami mengurangi ketergantungan terhadap impor, kami juga punya ekonomi kreatif," tutur Aswandi.

Terkini