IHSG Ditutup Naik 1,56% ke 6.186, Saham TLKM dan Perbankan Melesat

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:05:01 WIB
IHSG Menguat ke 6.186 Ditopang Saham Big Caps TLKM, BBCA, dan BBRI [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (30/7/2026) dengan bergerak menguat ke level 6.186,36. Lonjakan laju indeks ini didorong oleh penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar, di antaranya TLKM, BBCA, serta BBRI.

Merujuk pada catatan resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melesat 1,56% atau bertambah 94,97 poin menuju posisi 6.186,36. Indeks komposit pada hari ini mengawali perdagangan di level 6.110,28 dan mencapai titik tertingginya tepat saat penutupan bursa.

Tercatat, sebanyak 495 saham bergerak naik, 158 saham melemah, dan 136 saham tidak mengalami perubahan posisi (stagnan). Di sisi lain, nilai kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp10.836,15 triliun.

Pada jajaran big caps, penguatan paling tinggi diraih oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar 4,30% menjadi Rp2.670 dan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) mencatatkan kenaikan 3,32% ke posisi Rp6.225 per saham.

Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 2,79% ke posisi Rp6.450, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terangkat 2,60% menuju Rp3.550, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) merangkak naik 2,40% ke level Rp2.990.

Indeks komposit atau IHSG sebelumnya menutup sesi I perdagangan hari ini dengan bertengger di zona hijau. Penopang utama laju penguatan indeks yakni pergerakan saham-saham perbankan yang berkapitalisasi pasar jumbo.

Merujuk data riset harian Mirae Asset Sekuritas Indonesia, IHSG menguat 0,93% atau naik ke kisaran 6.148,00 pada penutupan perdagangan sesi I.

Tim Analis Mirae Asset Sekuritas mencatatkan bahwa tren positif IHSG utamanya disokong oleh apresiasi saham-saham perbankan kelas berat, seperti BBCA yang menguat 1,59% serta BBRI yang membukukan kenaikan 2,05%.

“Mayoritas indeks sektoral ditutup menguat dipimpin oleh sektor barang konsumen primer dan properti yang turut ditopang oleh penguatan saham-saham berbasis kelapa sawit [CPO],” tulis Mirae Asset.

Di lain pihak, pergerakan indeks di bursa kawasan Asia cenderung bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang terdata naik 0,5%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 1,2% pada perdagangan sesi pertama.

Terkini