Pemprov Riau Ungkap Penyebab Anjloknya Harga Kelapa di Inhil

Kamis, 30 Juli 2026 | 20:31:31 WIB
Permintaan Global Melemah, Harga Kelapa di Inhil Turun [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Riau mengungkapkan bahwa merosotnya pemesanan di pasar global menjadi salah satu pemicu anjloknya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Keadaan tersebut berlangsung saat produksi kelapa justru melonjak lantaran memasuki musim panen, sehingga ketersediaan buah menjadi melimpah sementara daya serap pasar belum optimal.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriyadi menyampaikan bahwa penurunan harga kelapa tak cuma dipengaruhi oleh faktor di tingkat lokal, melainkan juga akibat perlambatan permintaan terhadap produk kelapa beserta turunannya di ranah internasional.

"Ada beberapa penyebab harga kelapa turun. Saat ini permintaan produk hasil kelapa dan turunannya sedang menurun di pasar global sehingga antrean bahan baku di Sambu juga sedang ramai. Penjualan ke Malaysia melalui kapal juga sedang sepi," kata Supriyadi, Rabu (29/7/2026).

Menurut penjelasannya, lesunya permintaan menyebabkan pasokan buah yang mengalir ke industri pengolahan bertambah. 

Saat ini harga kelapa jambul yang diekspor ke Malaysia berada pada kisaran Rp1.700 per kilogram, sedangkan harga patokan pembelian di PT Pulau Sambu berkisar Rp1.900 per kilogram untuk jenis kelapa jambul dan Rp2.200 per kilogram untuk jenis kelapa licin.

Di samping itu, hasil panen kelapa dari kebun masyarakat justru tergolong tinggi menyusul datangnya musim panen. 

Supriyadi mengutarakan hasil panen yang berlimpah ini ditopang oleh sarana infrastruktur perkebunan yang kian membaik, serta faktor cuaca yang kondusif bagi kegiatan budidaya.

"Sekarang sedang musim panen dan hasilnya juga bagus. Ini merupakan dampak dari perbaikan infrastruktur. Air pasang belum terlalu tinggi dan curah hujan juga masih normal sehingga produksi buah meningkat," ujarnya.

Pemprov Riau, sambung Supriyadi, sudah meminta klarifikasi secara langsung kepada manajemen PT Pulau Sambu terkait dinamika pasar saat ini. 

Dari hasil koordinasi tersebut, pihak perusahaan mengonfirmasi bahwa serapan pasar masih cenderung landai, sedangkan pasokan buah yang masuk ke fasilitas pabrik tengah berada di tingkatan tinggi.

"Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Sambu. Mereka menyampaikan bahwa permintaan memang relatif landai, sedangkan buah yang masuk ke pabrik sedang banyak," katanya.

Merespons situasi tersebut, Pemprov Riau menyatakan sedang merancang strategi jangka panjang untuk memperkokoh posisi tawar petani kelapa. 

Langkah yang disiapkan di antaranya usulan penerbitan regulasi harga serta akselerasi hilirisasi industri kelapa supaya komoditas tersebut mengantongi nilai tambah dan pasar yang lebih kokoh pada kemudian hari.

Terkini